Susu mentah atau raw milk dapat membawa bakteri, virus, dan parasit yang memicu penyakit serius, terutama pada bayi, anak-anak, ibu hamil, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah. American Academy of Pediatrics (AAP) mengingatkan bahwa infeksi dari produk yang tidak dipasteurisasi bisa berujung pada komplikasi berat, termasuk gagal ginjal hingga kematian.
Peringatan tersebut tertuang dalam pembaruan pernyataan kebijakan AAP mengenai susu mentah dan produk olahannya, seperti keju dan yoghurt. Pernyataan itu dijadwalkan terbit dalam jurnal Pediatrics edisi November 2026. AAP menyoroti peningkatan wabah penyakit yang berkaitan dengan konsumsi susu mentah dalam dua dekade terakhir.
Mengapa susu mentah berbahaya bagi anak?
Susu mentah adalah susu yang belum melalui pasteurisasi. Tanpa proses tersebut, mikroorganisme penyebab penyakit dapat tetap terkandung di dalamnya. AAP menyebut sejumlah patogen yang mungkin ditemukan, antara lain Salmonella, Listeria, Campylobacter, serta jenis bakteri Escherichia coli atau E. coli tertentu.
Infeksi E. coli tertentu dapat berkembang menjadi sindrom uremik hemolitik. Kondisi ini merupakan komplikasi serius yang lebih sering terjadi pada anak kecil dan dapat merusak fungsi ginjal. Dalam kasus berat, dampaknya bisa berupa gagal ginjal, bahkan kematian.
Kerentanan anak menjadi perhatian karena kelompok tersebut mencakup hampir separuh orang yang jatuh sakit akibat konsumsi produk susu mentah, menurut pembaruan AAP. Angka itu menjadi salah satu alasan lembaga tersebut kembali menegaskan risiko susu yang belum dipasteurisasi, terutama bagi keluarga dengan bayi dan anak kecil.
Pasteurisasi membantu menekan risiko infeksi
Pasteurisasi merupakan proses pemanasan susu pada suhu tertentu selama jangka waktu minimum. Tujuannya membunuh bakteri, virus, dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan proses ini, risiko penyakit bawaan makanan dari susu dapat dikurangi.
Perbedaan utama susu mentah dan susu yang telah dipasteurisasi terletak pada proses pengolahan tersebut. Susu mentah tidak memperoleh tahap pemanasan untuk membasmi mikroorganisme berbahaya. Karena itu, produk olahan yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi—termasuk keju dan yoghurt—juga masuk dalam perhatian AAP.
Dalam pernyataannya, AAP mengingatkan bahwa sebelum pasteurisasi diterapkan secara luas, susu merupakan salah satu sumber utama keracunan makanan dan kematian bayi. Catatan itu memberi konteks mengapa proses pemanasan dianggap penting dalam upaya mengurangi risiko kesehatan dari konsumsi susu.
Ibu hamil juga menghadapi risiko khusus
Risiko susu mentah tidak hanya berkaitan dengan anak. Ibu hamil juga termasuk kelompok rentan karena infeksi yang berhubungan dengan produk susu mentah, seperti listeriosis dan toksoplasmosis, dapat menular kepada bayi selama kehamilan.
AAP menempatkan bayi, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah sebagai kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi serius. Karena itu, peringatan mengenai susu mentah penting diperhatikan saat memilih susu maupun produk olahannya untuk keluarga.
“Bayi, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah menjadi kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi serius akibat konsumsi susu mentah,” kata AAP, seperti dikutip dari US News pada Jumat (9/10/2026).
Waspadai produk susu yang belum dipasteurisasi
Pembaruan kebijakan AAP muncul di tengah peningkatan wabah penyakit yang berkaitan dengan susu mentah selama 20 tahun terakhir. Meski informasi mengenai suatu produk dapat berbeda, inti peringatannya tetap sama: susu yang tidak dipasteurisasi berpotensi membawa patogen dan menimbulkan dampak yang lebih berat pada kelompok rentan.
Orang tua dan keluarga dapat menjadikan informasi pasteurisasi sebagai salah satu hal yang diperiksa ketika memilih susu atau produk olahannya. Perhatian tersebut penting karena dampak infeksi tidak selalu berhenti pada gangguan kesehatan ringan; sejumlah bakteri dapat memicu komplikasi serius pada anak.
Dengan pernyataan kebijakan yang dijadwalkan terbit di Pediatrics, AAP kembali mengangkat isu keamanan susu mentah ke ruang publik. Bagi keluarga, memahami perbedaan produk yang dipasteurisasi dan yang tidak dapat membantu menimbang risiko, khususnya ketika susu diberikan kepada anak, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan daya tahan tubuh lemah.
