Sebuah helikopter water bombing yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan jatuh di perairan Sungai Tulis, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika Satgas Karhutla Udara bertugas menangani kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Informasi awal mengenai lokasi dan waktu kejadian disampaikan Berita Seruyan. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan penyebab kecelakaan maupun identitas seluruh orang di dalam helikopter.
Upaya pencarian berlangsung setelah laporan awal
Menurut Berita Seruyan, helikopter itu diperkirakan membawa delapan orang. Enam orang disebut telah dievakuasi, sedangkan dua lainnya belum ditemukan. Laporan yang sama menyebut satu orang meninggal dan beberapa korban mendapat perawatan di RSUD Kuala Pembuang.
Rincian jumlah korban dalam kabar-kabar awal belum sepenuhnya selaras. Kompas.com melaporkan satu orang gugur, lima dibawa ke rumah sakit, dan dua dievakuasi. Berita Seruyan menyebut enam orang telah dievakuasi serta dua masih dicari, tanpa menjelaskan apakah korban meninggal termasuk dalam kelompok yang dievakuasi. Karena itu, jumlah orang yang dirawat dan kondisi masing-masing korban masih menunggu penjelasan petugas berwenang.
ANTARA memberitakan helikopter jatuh di Seruyan, sedangkan CNN Indonesia menyebut pesawat yang mengalami kecelakaan diduga milik TNI AD. Tirto.id mengidentifikasi helikopter tersebut sebagai Mi-17V5. Informasi mengenai jenis dan kepemilikan itu berasal dari laporan media, sementara keterangan resmi terkait insiden belum tersedia dalam laporan lokal yang menjadi rujukan awal.
Korban dibawa ke RSUD Kuala Pembuang
Sejumlah korban dilaporkan berada di RSUD Kuala Pembuang setelah kecelakaan. Anggota TNI dan Polri tampak berjaga di rumah sakit. Namun, petugas yang ditemui Berita Seruyan belum memberikan rincian tentang kondisi korban ataupun proses penanganan lebih lanjut.
Salah seorang anggota yang berjaga meminta awak media menunggu keterangan dari pihak yang berwenang. Pernyataan itu mencerminkan terbatasnya informasi yang tersedia pada jam-jam awal setelah helikopter jatuh. Belum ada penjelasan dalam laporan tersebut mengenai siapa yang memimpin proses pencarian, bagaimana kondisi lokasi, atau berapa lama operasi akan berlangsung.
Agus Supriadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Seruyan, juga belum dapat memastikan detail peristiwa saat dihubungi Berita Seruyan. Ia menyampaikan, “Kami masih belum dapat info lengkap,” melalui pesan WhatsApp. BPBD belum memberikan keterangan lebih jauh dalam laporan itu.
Insiden terjadi saat misi pemadaman karhutla
Helikopter tersebut sedang menjalankan misi pemadaman dari udara di wilayah TNTP ketika kecelakaan terjadi. Metode water bombing menggunakan helikopter untuk menjatuhkan air ke titik kebakaran. Namun, informasi yang tersedia belum menerangkan titik api yang sedang ditangani, jumlah penerbangan yang dilakukan, ataupun kondisi cuaca saat pesawat mengalami kecelakaan.
Lokasi jatuhnya helikopter berada di perairan Sungai Tulis, di kawasan Desa Sungai Perlu. Sementara itu, rumah sakit tempat korban dirawat berada di Kuala Pembuang. Berita Seruyan melaporkan anggota TNI dan Polri berada di rumah sakit, tetapi tidak merinci apakah mereka juga terlibat dalam pencarian di lokasi jatuhnya pesawat.
Perbedaan angka pada laporan awal membuat status setiap penumpang belum dapat dipastikan secara lengkap. Yang telah dilaporkan adalah adanya korban meninggal, sejumlah orang dievakuasi dan dibawa untuk mendapat perawatan, serta dua orang yang masih dicari menurut laporan lokal. Identitas korban dan keadaan mereka belum diumumkan secara rinci.
Informasi lanjutan mengenai hasil pencarian, jumlah korban yang dipastikan, serta penyebab kecelakaan masih diperlukan. Hingga keterangan resmi dari petugas keluar, angka evakuasi dan kondisi korban perlu dibaca sebagai laporan awal, bukan pengumuman akhir.
