Inter Milan meraih kemenangan perdana di Liga Champions 2026/2027 setelah mengalahkan Shakhtar Donetsk 1-0 di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (22/10) dini hari WIB. Carlos Augusto mencetak gol penentu pada menit ke-77, sebelas menit setelah Alessandro Bastoni diusir dari lapangan.
Keunggulan itu harus dipertahankan Inter dengan sepuluh pemain hingga pertandingan berakhir. Shakhtar berusaha memanfaatkan kelebihan jumlah pemain, tetapi kiper Josep Martinez dan barisan belakang tuan rumah mampu menjaga gawang tetap aman.
Inter menekan sejak awal, Shakhtar bertahan rapat
Nerazzurri langsung mengambil inisiatif serangan di hadapan pendukung sendiri. Pada menit ketiga, Petar Sucic memotong operan Oleh Ocheretko dan mengalirkan bola kepada Marcus Thuram. Sepakan mendatar Thuram dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis kiper Dmytro Riznyk.
Inter kembali mendapat peluang tidak lama kemudian. Nicolo Barella bekerja sama dengan Hakan Calhanoglu sebelum gelandang asal Turkiye itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola belum mengarah ke gawang dan melebar dari sasaran.
Tekanan tuan rumah berlanjut melalui umpan panjang Manuel Akanji yang menemukan Ange-Yoan Bonny. Tembakan Bonny kembali menguji Riznyk, yang tampil sigap menghalau ancaman. Shakhtar, di sisi lain, lebih banyak menjaga pertahanan dan menunggu kesempatan untuk menyerang.
Tim tamu baru memberi ancaman serius menjelang jeda. Valeriy Bondar menyambut sepak pojok dengan sundulan keras ke arah sudut bawah gawang, tetapi Martinez melakukan penyelamatan. Shakhtar kembali mendapatkan peluang dari situasi bola mati; tandukan Ocheretko kali ini meleset. Kedua tim menutup babak pertama tanpa gol.
Kartu merah Bastoni tak menghentikan Inter
Selepas turun minum, Inter kembali mencoba membongkar pertahanan lawan. Yann Bisseck menusuk ke kotak penalti, tetapi tekel pemain Shakhtar memutus pergerakannya. Thuram kemudian melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti. Riznyk terbang untuk menepis bola.
Situasi berubah pada menit ke-68. Bastoni menerima kartu kuning kedua setelah mendorong wajah Ocheretko dalam situasi tanpa bola. Bek Inter itu pun harus meninggalkan lapangan, membuat tuan rumah melanjutkan laga dengan sepuluh pemain.
Pelatih Cristian Chivu merespons dengan memasukkan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-75. Dua menit berselang, Inter justru memecah kebuntuan lewat serangan balik. Mkhitaryan mengirim bola dari sisi kiri, lalu Carlos Augusto menyelesaikannya dengan tembakan mendatar yang menaklukkan Riznyk.
Gol itu menjadi momen penting bagi Inter, yang sebelumnya belum meraih kemenangan dalam dua laga fase liga. Hasil pertandingan melawan Real Madrid dan Club Brugge berakhir dengan kekalahan. Di tengah tekanan setelah kartu merah, gol Augusto memberi tuan rumah keunggulan yang harus mereka jaga selama sisa waktu.
Martinez amankan kemenangan hingga akhir
Shakhtar meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyama kedudukan. Inter sempat memiliki peluang memperbesar keunggulan lewat serangan balik. Thuram mengirim umpan kepada Mkhitaryan, tetapi tembakan pemain Armenia itu melebar tipis setelah Riznyk keluar dari posisinya.
Ancaman Shakhtar belum berhenti. Tembakan Newerton berubah arah setelah membentur Bisseck, namun Martinez tetap mampu menghalau bola. Kiper Inter itu kembali menjadi penghalang ketika Mykola Matvienko menyambut umpan lambung dengan sundulan keras ke arah sudut atas gawang.
Inter bertahan sampai peluit panjang dibunyikan dan membawa pulang tiga poin. Tambahan tersebut menjadi bekal penting bagi skuad Chivu untuk memperbaiki posisi di klasemen fase liga. Shakhtar tetap mengoleksi empat poin dan berada di urutan ke-17 setelah menelan kekalahan pertamanya di kompetisi itu.
Chivu menilai perubahan yang dilakukan pada babak kedua memberi energi baru bagi timnya. “Kami membutuhkan kemenangan, dan mendapatkannya dengan cara ini memberi kami kepercayaan diri yang lebih besar,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip situs resmi UEFA.
Kemenangan dramatis ini belum menghapus pekerjaan Inter di fase liga, tetapi menunjukkan bahwa mereka mampu menjaga hasil saat berada dalam tekanan. Konsistensi akan menjadi tantangan berikutnya bagi Nerazzurri dalam upaya mendekati target finis di delapan besar.
