Lamine Yamal memasuki El Clasico berikutnya dengan catatan kemenangan yang lebih baik atas Kylian Mbappe. Menurut laporan Goal.com yang mengutip surat kabar Sport, winger Barcelona itu mengantongi sembilan kemenangan, sementara penyerang Real Madrid tersebut baru dua kali menang dalam rangkaian pertemuan mereka.
Kedua pemain dijadwalkan berhadapan dalam dua agenda beruntun. Pertama, Barcelona akan menjamu Real Madrid di Stadion Spotify Camp Nou pada Minggu malam. Sehari setelahnya, keduanya akan hadir dalam malam penghargaan Ballon d’Or di London.
Catatan 9-2 itu memberi Yamal modal psikologis menjelang laga besar, tetapi bukan jaminan hasil pertandingan. El Clasico selalu menghadirkan konteks baru: dua pemain itu akan kembali berhadapan dengan seragam klub masing-masing, sementara Barcelona dan Madrid mengejar kemenangan dalam duel yang menjadi pusat perhatian sepak bola Spanyol.
Rekam pertemuan Yamal dan Mbappe
Pertemuan pertama Yamal dan Mbappe di lapangan terjadi saat Mbappe masih memperkuat Paris Saint-Germain. Keduanya bertemu di Liga Champions musim 2023-2024, ketika Barcelona mengalahkan PSG 3-2 di Parc des Princes.
Namun, PSG membalas pada leg berikutnya. Klub Prancis itu menang 4-1, dengan Mbappe mencetak dua gol. Hasil tersebut menjadi salah satu dari dua kemenangan yang dicatat Mbappe dalam rekap pertemuan kedua pemain yang dikutip Sport.
Dalam catatan gol, Yamal telah enam kali membobol gawang tim-tim yang pernah dibela Mbappe. Sebaliknya, Mbappe mencetak sembilan gol ke gawang Barcelona, klub tempat Yamal berkembang. Angka gol ini berbeda dari rekap kemenangan 9-2: masing-masing menunjukkan ukuran yang berbeda dalam rangkaian pertemuan mereka.
Hasil Clasico dan duel tim nasional
Kemenangan lain untuk Mbappe, menurut laporan tersebut, datang saat Real Madrid menghadapi Barcelona di Santiago Bernabeu pada musim lalu di Liga Spanyol. Sementara itu, sisa kemenangan dalam rangkaian yang disebutkan menjadi milik Yamal, termasuk dalam laga-laga Clasico dan pertemuan tim nasional Spanyol melawan Prancis.
Salah satu duel internasional itu berlangsung pada semifinal Piala Dunia 2026. Yamal menjadi starter untuk Spanyol asuhan Luis de la Fuente, begitu juga Mbappe bersama Prancis. Spanyol menang 2-0, tetapi tak satu pun dari kedua pemain tersebut mencetak gol.
Yamal dan Mbappe juga sama-sama tampil dalam final Piala Super Spanyol terakhir yang mempertemukan Barcelona dan Real Madrid. Barcelona menang 3-2 di bawah arahan Hansi Flick, sedangkan kedua pemain gagal mencatatkan gol.
Catatan hasil itu memperlihatkan bahwa pertemuan mereka tidak selalu ditentukan oleh kontribusi gol langsung. Ada pertandingan ketika tim salah satu pemain menang tanpa gol dari mereka, dan ada pula laga ketika Mbappe mencetak dua gol tetapi PSG tetap harus menjalani duel dua leg melawan Barcelona. Angka kemenangan memberi gambaran persaingan, bukan keseluruhan cerita di lapangan.
El Clasico pertama di Spotify Camp Nou
Yamal dan Mbappe absen karena cedera dalam Clasico terakhir di Spotify Camp Nou. Barcelona memenangi pertandingan tersebut dengan skor 2-0 pada Mei lalu, hasil yang turut membantu klub Katalan itu memastikan gelar Liga.
Karena belum pernah tampil dalam El Clasico di stadion tersebut, pertandingan mendatang akan menjadi pengalaman pertama bagi keduanya di Spotify Camp Nou. Pertemuan ini pun menawarkan panggung baru bagi dua pemain yang sudah beberapa kali saling berhadapan, baik dalam persaingan klub maupun saat membela negara.
Seberapa besar catatan 9-2 itu berpengaruh akan terlihat ketika laga dimulai. Setelahnya, perhatian beralih ke malam Ballon d’Or di London. Dua agenda berdekatan tersebut membuat sorotan terhadap Yamal dan Mbappe tidak hanya tertuju pada hasil pertandingan, tetapi juga pada persaingan individu yang membayangi duel mereka.
