Lazio menguasai puncak klasemen Liga Italia setelah menundukkan Cagliari 2-1 di Stadio Olimpico, Minggu (1/11/2026) malam WIB. Namun, posisi teratas itu belum mengubah sasaran yang dipasang pelatih Gennaro Gattuso: mengumpulkan 40 poin pada musim ini.
Kemenangan tersebut membuat Lazio mengoleksi 28 poin, unggul tiga angka atas Inter Milan. Seperti dilaporkan ANTARA, Inter kehilangan poin setelah kalah dalam derbi, sehingga Lazio kini berdiri sendiri di urutan pertama. Meski selisihnya cukup untuk memimpin, Gattuso memilih mengingatkan timnya pada target awal, bukan peluang meraih gelar.
Gol balasan mengantar Lazio ke puncak
Lazio harus bekerja lebih dulu setelah M’Bala Nzola membawa Cagliari unggul. Tuan rumah kemudian membalikkan keadaan melalui Gustav Isaksen dan Andrea Pinamonti. Hasil 2-1 itu memperpanjang rangkaian kemenangan Lazio menjadi enam laga beruntun di liga.
Tambahan tiga poin dari pertandingan di Olimpico membuat hitungan Lazio kini berjarak 12 poin dari target yang disebut Gattuso. Pelatih tersebut menyampaikan hal itu kepada DAZN Italia seusai laga. “Kami berada di posisi atas, kami masih butuh 12 poin untuk mencapai target 40 poin yang kami tetapkan di awal musim,” katanya.
Pernyataan itu terasa kontras dengan posisi Lazio saat ini. Tim yang sedang memimpin kompetisi biasanya segera dikaitkan dengan persaingan gelar, tetapi Gattuso justru menyebut angka yang jauh lebih sederhana. Ia meminta para pemain menjaga kesinambungan performa dan menjalani pertandingan satu per satu.
Kompas.com juga menyoroti hitungan 12 poin yang masih dibutuhkan Lazio untuk mencapai sasaran tersebut. Bagi Gattuso, pekerjaan tim belum selesai hanya karena mereka berada di puncak. Ia menilai persaingan di liga tetap menuntut konsistensi dari pekan ke pekan.
Gattuso meminta pemain tak terpaku pada klasemen
Pelatih Lazio itu secara khusus meminta skuadnya tidak terus memantau posisi di tabel. “Sebaiknya kami tidak melihat klasemen sekarang, nanti kami pusing,” ujar Gattuso. Pesannya sederhana: setelah bekerja keras di lapangan, pemain perlu beristirahat sebelum kembali mempersiapkan laga berikutnya.
Sikap tersebut sejalan dengan komentar Gattuso beberapa pekan sebelumnya. Setelah Lazio menang 3-0 atas Juventus di Turin pada 19 Oktober, ia juga meminta timnya fokus pada pertandingan berikutnya ketimbang menghitung posisi klasemen. Saat itu, Lazio berada di urutan kedua dengan 19 poin dan belum terkalahkan dalam tujuh laga domestik.
Perjalanan sejak kemenangan atas Juventus menunjukkan perubahan posisi Lazio di papan atas. Kini mereka berada di depan Inter, setelah enam kemenangan liga beruntun. Namun, catatan tersebut tidak membuat Gattuso mengubah pendekatannya. Ia tetap menekankan kerja keras dan meminta tim tidak merasa aman hanya karena hasil-hasil terakhir berpihak kepada mereka.
Target awal masih jadi pegangan Lazio
Angka 40 poin yang ditetapkan sejak awal musim menjadi patokan yang terus diulang Gattuso, meskipun timnya kini mengoleksi 28 poin. Ia tidak menguraikan sasaran lain dalam keterangannya setelah laga melawan Cagliari. Karena itu, fokus yang disampaikan kepada pemain tetap pada usaha mengumpulkan poin dan menjaga performa di setiap pertandingan.
Jarak tiga poin dari Inter memberi Lazio ruang untuk memimpin, tetapi klasemen masih dapat berubah seiring pertandingan berikutnya. Gattuso mengingatkan bahwa setiap tim di liga memiliki kualitas dan persiapan yang baik. Ia ingin pemain tetap menjalani kompetisi tanpa terbebani oleh perhitungan akhir musim.
Lazio mengamankan kemenangan keenam beruntun lewat gol Isaksen dan Pinamonti setelah lebih dulu tertinggal. Setelah hasil itu, perhatian tim kembali diarahkan ke pertandingan selanjutnya. Target 40 poin, bukan posisi puncak, masih menjadi angka yang dipakai Gattuso sebagai pegangan.
