Penumpang kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen perlu mengalokasikan waktu perjalanan sedikit lebih panjang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan kereta dari kedua stasiun itu kini berhenti sebentar di Bekasi, menyusul perubahan penggunaan jalur dari double-double track ke double track.
Penyesuaian tersebut menambah waktu tempuh, tetapi KAI berupaya menjaga tambahan waktunya di bawah 10 menit. Perusahaan mengaitkan perubahan ini dengan peningkatan layanan naik dan turun penumpang di Bekasi, Cikarang, serta Jatinegara, sekaligus integrasi perjalanan kereta antarkota dengan commuter line atau KRL.
Penjelasan itu disampaikan Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba di Jakarta, Selasa, 3 November 2026. Seperti diberitakan detikNews, pertanyaan mengenai tambahan durasi perjalanan ramai disampaikan pengguna di media sosial.
Kereta berhenti sebentar di Bekasi
Perubahan jalur menjadi alasan operasional yang disebut KAI. Kereta yang berangkat dari Gambir maupun Pasar Senen kini berhenti sejenak di Stasiun Bekasi dalam perjalanan. KAI tidak merinci dalam keterangan tersebut berapa lama setiap kereta berhenti atau rute mana saja yang memiliki perbedaan durasi tertentu.
Anne mengatakan tambahan waktu perjalanan diupayakan tetap terbatas agar tidak menghapus manfaat dari pilihan layanan baru bagi penumpang di kawasan penyangga Jakarta.
“Penambahan waktu tempuhnya itu kita upayakan selalu di bawah 10 menit.”
Perubahan ini berarti penumpang dari Gambir dan Pasar Senen menghadapi jadwal yang menyesuaikan mekanisme perjalanan tersebut. Sementara itu, pengguna di sekitar Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mendapat lebih banyak kesempatan untuk naik atau turun kereta antarkota dari stasiun yang lebih dekat.
Bekasi mendapat tiga perjalanan tambahan
KAI menambah layanan di tiga stasiun dengan jumlah berbeda. Bekasi memperoleh tiga perjalanan tambahan, Cikarang enam perjalanan, sedangkan Jatinegara mendapat dua perjalanan. Perjalanan-perjalanan tersebut memungkinkan penumpang naik atau turun di stasiun itu, menurut penjelasan Anne.
Perluasan layanan berangkat dari meningkatnya jumlah penumpang kereta jarak jauh yang menggunakan Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara. Dengan kereta antarkota melayani stasiun-stasiun tersebut, sebagian warga di kawasan itu memiliki pilihan perjalanan tanpa harus selalu memulai atau mengakhiri perjalanan di Gambir maupun Pasar Senen.
Namun, keterangan KAI tidak merinci jumlah penumpang di masing-masing stasiun ataupun jadwal perjalanan tambahan satu per satu. Angka yang disampaikan menunjukkan jumlah tambahan layanan per stasiun, bukan jumlah penumpang yang akan dilayani. Karena itu, besarnya dampak bagi pengguna akan bergantung pada jadwal kereta yang tersedia dan kebutuhan perjalanan mereka.
Integrasi dengan KRL menjadi bagian dari perubahan layanan. Penumpang yang menggunakan commuter line dapat memanfaatkan titik pertemuan layanan di stasiun-stasiun tersebut untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta antarkota. KAI menyebut peningkatan penumpang dari wilayah sekitar sebagai salah satu pertimbangan untuk menambah kesempatan naik dan turun.
74 perjalanan antarkota justru lebih cepat
Di sisi lain, penyesuaian waktu tidak hanya berupa penambahan durasi. KAI menyebut 74 perjalanan kereta antarkota mengalami pemangkasan waktu tempuh. Pengurangan terbesar mencapai 92 menit, atau sekitar satu setengah jam.
Angka percepatan itu berlaku pada sejumlah perjalanan yang mengalami perubahan jadwal, dan tidak berarti seluruh kereta dari Gambir serta Pasar Senen menjadi lebih cepat. Rincian rute yang memperoleh penghematan waktu tidak dijabarkan dalam keterangan Anne yang dikutip detikNews dan Koridor.co.id.
Bagi penumpang, dua perubahan tersebut berjalan bersamaan: sebagian perjalanan dari Gambir dan Pasar Senen mendapat tambahan waktu karena berhenti di Bekasi, sementara puluhan perjalanan antarkota lainnya dipersingkat. KAI belum merinci daftar jadwal yang terdampak. Informasi jadwal masing-masing kereta menjadi acuan bagi calon penumpang untuk mengetahui durasi perjalanan yang berlaku.
