Polres Bantul mengamankan 13 remaja yang diduga terlibat dalam keributan di Jalan Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka dibawa ke Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul untuk menjalani pemeriksaan setelah rekaman singkat insiden tersebut beredar luas di media sosial.
Video yang memperlihatkan belasan remaja melakukan pemukulan terhadap pihak lain itu mulai diunggah pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sehari kemudian, Minggu (4/10/2026), Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto membenarkan bahwa 13 orang telah diamankan.
Polisi telusuri peran setiap remaja
Rita mengatakan, pengamanan dilakukan oleh personel gabungan dari Polsek Kretek, Polsek Sanden, dan Polsek Pleret. Setelah diamankan, mereka dibawa ke Satreskrim Polres Bantul untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, ada 13 remaja yang telah diamankan terkait peristiwa tersebut. Mereka diamankan oleh petugas dari Polsek Kretek, Polsek Sanden, dan Polsek Pleret,” ujar Rita, Minggu (4/10/2026).
Menurut Rita, pemeriksaan masih berlangsung. Polisi mendalami motif peristiwa sekaligus memetakan bentuk keterlibatan masing-masing orang yang diamankan. Dengan demikian, penanganan belum berhenti pada pengamanan belasan remaja tersebut.
Informasi yang disampaikan kepolisian belum merinci identitas mereka, pihak yang menjadi korban, maupun pemicu keributan. Polisi juga belum menjelaskan hasil pemeriksaan atau langkah penanganan berikutnya. Hal-hal tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman.
Rekaman yang beredar menjadi titik awal perhatian publik terhadap insiden di Jalan Samas. Namun, video singkat yang viral tidak dengan sendirinya menjelaskan keseluruhan rangkaian kejadian ataupun peran setiap orang yang tampak di dalamnya. Karena itu, polisi masih memeriksa keterangan dan keterlibatan mereka.
Polisi minta masyarakat tidak berspekulasi
Di tengah beredarnya video dan berbagai informasi mengenai kejadian itu, Polres Bantul meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Kepolisian juga mengimbau warga agar tidak ikut menyebarkan narasi atau konten yang belum dipastikan kebenarannya.
“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari kepolisian. Percayakan penanganan peristiwa ini kepada pihak kepolisian,” kata Rita.
Imbauan tersebut disampaikan saat pemeriksaan terhadap 13 remaja masih berjalan. Kepolisian meminta publik menunggu keterangan resmi, alih-alih mengandalkan potongan video atau informasi yang belum terverifikasi. Sikap itu juga memberi ruang bagi petugas untuk mengumpulkan keterangan dan memahami peran masing-masing pihak.
Peredaran rekaman di media sosial membuat insiden ini cepat menjadi perhatian. Meski demikian, rincian yang telah dikonfirmasi sejauh ini terbatas pada lokasi kejadian, jumlah orang yang diamankan, satuan kepolisian yang terlibat, serta pemeriksaan yang masih berlangsung. Motif dan hasil pendalaman belum disampaikan.
Polres Bantul masih berupaya mengurai kejadian tersebut melalui pemeriksaan. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil pendalaman terhadap orang-orang yang diamankan dan informasi resmi yang disampaikan kepolisian. Sampai ada keterangan lanjutan, masyarakat diimbau untuk berhati-hati menyikapi dan membagikan informasi tentang keributan remaja di Jalan Samas.
