Indonesia memiliki 3.833 orang superkaya pada 2026, menjadikannya negara dengan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) terbanyak kedua di Asia Tenggara. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kedelapan dalam daftar negara dan wilayah di Asia, menurut The Wealth Report 2026 yang dirilis Knight Frank.
Dalam laporan itu, seseorang dikategorikan sebagai UHNWI apabila kekayaan bersihnya mencapai sedikitnya US$30 juta. Dengan batas tersebut, populasi orang superkaya di Indonesia bertambah dari 2.805 orang pada 2021 menjadi 3.833 orang lima tahun kemudian.
Posisi Indonesia di kawasan masih berada di bawah Singapura. Namun, proyeksi Knight Frank menunjukkan jumlah UHNWI di Indonesia dapat meningkat tajam dalam lima tahun mendatang, hingga hampir dua kali lipat dari angka pada 2026.
Indonesia berada di urutan kedelapan Asia
China menempati posisi teratas dalam daftar negara dan wilayah Asia dengan jumlah UHNWI terbanyak. Pada 2026, jumlahnya mencapai 121.677 orang. India menyusul dengan 19.877 orang, sementara Jepang berada di urutan ketiga dengan 18.914 orang.
Singapura menjadi negara Asia Tenggara dengan jumlah orang superkaya terbesar, yakni 7.171 orang. Angka itu menempatkan negara tersebut di peringkat keempat Asia. Hong Kong SAR berada di bawahnya dengan 6.788 UHNWI.
Berikutnya, Uni Emirat Arab tercatat memiliki 4.851 orang superkaya dan Arab Saudi 4.388 orang. Indonesia berada tepat di bawah Arab Saudi dengan 3.833 orang. Thailand dan Filipina melengkapi posisi 10 besar Asia, masing-masing dengan 2.853 dan 1.910 UHNWI.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang superkaya di Indonesia masih lebih rendah daripada Singapura di Asia Tenggara. Meski demikian, berdasarkan data Knight Frank, Indonesia sudah berada di atas Thailand dan Filipina dalam daftar regional yang sama.
Jumlah UHNWI Indonesia diproyeksikan naik 82 persen
Kenaikan populasi orang superkaya di Indonesia dalam lima tahun terakhir tercatat sekitar 36,6 persen, dari 2.805 orang pada 2021 menjadi 3.833 orang pada 2026. Knight Frank memperkirakan laju pertumbuhan itu akan berlanjut dalam periode berikutnya.
Pada 2031, jumlah UHNWI Indonesia diproyeksikan mencapai 6.966 orang. Dibandingkan angka 2026, proyeksi tersebut berarti peningkatan sekitar 82 persen. Jika tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan populasi orang superkaya tercepat dalam lima tahun mendatang.
Indonesia disebut berada dalam kelompok negara yang diperkirakan memimpin pertumbuhan tersebut bersama Arab Saudi, Polandia, Vietnam, dan Australia. Angka 6.966 itu masih merupakan proyeksi, bukan jumlah aktual. Karena itu, perkembangannya baru dapat dinilai setelah data untuk periode tersebut tersedia.
Hampir sepertiga UHNWI dunia berada di Asia Pasifik
Dalam skala global, jumlah UHNWI diperkirakan mencapai 713.626 orang pada 2026. Angka tersebut naik dari 551.435 orang pada 2021. Asia Pasifik menampung hampir 31 persen dari total populasi orang superkaya dunia, menurut laporan Knight Frank.
Angka Indonesia menjadi bagian dari gambaran yang lebih luas tentang sebaran kekayaan di Asia. Meski berada di posisi kedelapan di benua itu, proyeksi pertumbuhan hingga 2031 membuat perkembangan populasi UHNWI Indonesia layak dicermati dalam beberapa tahun ke depan.
Data Knight Frank juga memperlihatkan perbedaan antara jumlah saat ini dan laju pertumbuhan yang diperkirakan. Indonesia belum berada di posisi teratas dalam jumlah orang superkaya, tetapi proyeksinya menempatkan negara ini di antara pasar dengan kenaikan populasi UHNWI paling cepat. Perkembangan berikutnya akan menentukan sejauh mana proyeksi tersebut terwujud.
