YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta meminta warga memperkuat pencegahan demam berdarah dengue (DBD) melalui gerakan 3M Plus dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Imbauan ini disampaikan saat kasus DBD masih di bawah 100, tetapi perubahan cuaca dan datangnya musim hujan berpotensi menambah tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Endang Sri Rahayu, menyebut terdapat sekitar 83 kasus DBD sejak Januari hingga Kamis (8/10). Laporan kasus saat itu relatif jarang dan kebutuhan fogging dapat ditekan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti warga bisa lengah.
“Kita berharap ini juga bertahan sampai nanti musim penghujan, jangan sampai ada kasus melebihi 100,” kata Endang. Ia menyebut angka kasus DBD terendah yang pernah tercatat dalam setahun berada di kisaran 87 kasus.
Kasus DBD Yogyakarta masih di bawah 100
Situasi kasus yang relatif rendah menjadi peluang untuk menjaga pencegahan tetap berjalan sebelum musim hujan tiba. Perubahan cuaca dapat memunculkan lebih banyak lokasi yang menampung air, sementara genangan menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Karena itu, Dinas Kesehatan meminta warga memeriksa lingkungan rumah, bukan hanya menunggu adanya kasus di sekitar mereka.
Yogyakarta merupakan wilayah endemis DBD. Artinya, kasus dapat ditemukan sepanjang tahun sehingga PSN perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika hujan mulai turun. Pemerintah kota juga mengingatkan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Pengendalian juga dilakukan dengan pemanfaatan nyamuk ber-Wolbachia. Menurut perkembangan terakhir yang disampaikan Endang, sekitar 87 persen nyamuk yang dipantau telah mengandung Wolbachia. Upaya tersebut diharapkan membantu mengurangi penularan DBD, tetapi tidak menggantikan peran warga dalam menjaga lingkungan tetap bebas genangan.
3M Plus dimulai dari pemeriksaan rumah
Gerakan 3M Plus yang kembali ditekankan mencakup menguras, menutup, serta memilah atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menampung air. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan di dalam rumah maupun di area sekitarnya. Tempat penampungan air pada dispenser dan kulkas, serta wadah makanan atau minuman hewan, termasuk lokasi yang perlu diperhatikan.
Warga juga diminta mengecek talang air secara berkala. Daun yang jatuh dapat menumpuk dan menghambat aliran air. Jika tidak dibersihkan, kondisi itu berisiko menimbulkan genangan, terutama saat hujan turun.
“Usahakan tidak ada genangan air yang memungkinkan nyamuk berkembang biak,” ujar Endang. Ia mengingatkan PSN sebagai kebiasaan rutin, sebab upaya pemberantasan sarang nyamuk tidak cukup dilakukan sesekali atau hanya setelah lingkungan mengalami peningkatan kasus.
Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti, mengatakan petugas terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan PSN di dalam rumah dan lingkungan sekitar. Di wilayah Mantrijeron, tercatat 22 kasus DBD. Edukasi dan pemantauan lingkungan terus dilakukan dengan memeriksa titik-titik yang berpotensi menampung air.
Eny menegaskan, keberadaan sampah saja tidak otomatis menjadi tempat berkembang biak nyamuk jika tidak ada air. “Yang penting adalah genangan air. Kalau sampah tidak ada airnya, nyamuk tidak bisa tumbuh atau bertelur. Telur nyamuk berkembang di genangan air,” ujarnya.
Kenali demam tinggi dan segera periksa
Pencegahan perlu disertai kewaspadaan terhadap gejala. Warga yang mengalami demam tinggi secara mendadak diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, terlebih jika muncul tanda syok atau penurunan kesadaran.
Endang mengingatkan keluarga untuk mencatat berapa hari demam berlangsung. Kondisi yang lebih serius, termasuk syok, dapat terjadi pada hari keempat hingga kelima demam. Karena itu, perubahan kondisi pasien perlu diperhatikan dan jangan menunda mencari pertolongan ketika gejala memburuk.
Dengan kasus yang masih di bawah 100, upaya menjaga angka tetap terkendali bergantung pada konsistensi pencegahan. Pemeriksaan wadah air, pembersihan talang, dan PSN sepanjang tahun dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan bersama di tingkat rumah tangga dan lingkungan.
