Aktris Aisyah Aqilah berencana menonaktifkan fitur langganan konten eksklusif yang selama ini ia gunakan. Keputusan itu muncul karena ia merasa jarang mengunggah konten di kanal khusus tersebut, sementara para pengikutnya sudah membayar biaya berlangganan.
Aisyah menyampaikan rencana itu saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026). Ia mengaku fitur tersebut memang pernah digunakan, tetapi belakangan tidak lagi rutin mengisi konten di dalamnya.
“Eksklusif? Pakai, pakai, pakai, tapi aku sudah gak pernah (upload)…. Aku pengin stop-in sih kayaknya, sih,” kata Aisyah.
Keinginan menghentikan fitur itu belum disampaikan sebagai keputusan yang sudah berlaku. Aisyah masih menyebutnya sebagai rencana. Namun, alasan yang ia kemukakan berkaitan langsung dengan tanggung jawab kepada pelanggan yang telah membayar.
Aisyah Aqilah merasa tak enak kepada pelanggan
Bagi Aisyah, persoalannya bukan sekadar kanal eksklusif yang sudah jarang terisi. Ia juga memikirkan para pengikut yang memilih membayar untuk mendapatkan akses ke konten khusus tersebut. Ketika unggahan tidak lagi rutin, ia merasa layanan yang diterima pelanggan tidak sebanding dengan harapan mereka.
“Aku udah jarang nge-post, sayang soalnya. Kasihan yang udah bayar,” tutur Aisyah.
Pernyataan itu menjadi alasan utama di balik rencananya menonaktifkan fitur. Ia menyebut rasa tidak enak kepada orang-orang yang telah berlangganan, bukan perubahan minat penggemar atau alasan lain yang tidak ia jelaskan.
Fitur langganan eksklusif memungkinkan selebritas dan pembuat konten membagikan materi berbayar kepada pengikut tertentu. Dalam bahan wawancara, Aisyah tidak merinci jenis konten yang pernah ia unggah maupun jumlah pelanggan yang mengikuti kanal tersebut. Ia juga tidak menyebut kapan fitur itu akan dihentikan.
Rencana berhenti muncul karena jarang mengunggah
Pengakuan Aisyah memperlihatkan pertimbangan yang muncul ketika kreator menawarkan konten melalui sistem berbayar: pelanggan mengeluarkan uang, sementara kreator perlu menyediakan pembaruan. Dalam kasus Aisyah, ia menilai aktivitas mengunggahnya belakangan tidak cukup sering untuk membuat fitur itu tetap berjalan.
Ia tidak menyampaikan bahwa seluruh aktivitasnya di media sosial akan berhenti. Rencana yang dibicarakan hanya menyangkut fitur eksklusif yang digunakan untuk konten berlangganan. Karena itu, pernyataannya perlu dibaca sebagai evaluasi atas satu kanal, bukan pengumuman untuk meninggalkan media sosial.
Aisyah pun tidak menyebut apakah ia akan mengganti fitur itu dengan bentuk konten berbayar lain. Keterangan yang ia berikan masih berpusat pada satu hal: ia jarang mengunggah konten, sedangkan ada pengikut yang sudah membayar untuk mengaksesnya.
Menimbang manfaat fitur eksklusif bagi penggemar
Konten berlangganan memberi ruang bagi figur publik untuk membagikan materi secara lebih terbatas kepada pengikut yang membayar. Namun, pilihan itu juga membawa konsekuensi berupa kebutuhan menjaga konsistensi unggahan. Aisyah menilai situasinya saat ini belum ideal karena ia tidak cukup sering memperbarui kanal tersebut.
Keputusan untuk menonaktifkan fitur, jika jadi dilakukan, menjadi cara yang menurutnya lebih baik bagi pelanggan. Ia tidak ingin pengikut terus membayar ketika pembaruan konten jarang tersedia. Sikap itu menunjukkan bahwa pertimbangannya bukan hanya soal penggunaan fitur, melainkan juga pengalaman orang-orang yang berlangganan.
Aisyah dikenal sebagai bintang film The Doll Ghawiah. Meski demikian, dalam wawancara tersebut ia tidak mengaitkan rencana menghentikan fitur eksklusif dengan proyek film maupun aktivitas lain di dunia hiburan.
Belum ada keterangan mengenai waktu pasti penonaktifan atau langkah yang akan diambil terhadap langganan yang sudah berjalan. Untuk saat ini, Aisyah baru menyampaikan niatnya. Para pengikut yang berlangganan dapat menunggu informasi lanjutan darinya mengenai perubahan pada kanal tersebut.
