Penjualan BMW Group melemah sepanjang Januari-September 2026, terutama akibat penurunan tajam di China. Produsen asal Jerman itu mengirimkan 1.707.799 kendaraan ke konsumen di seluruh dunia, turun 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
China menjadi pasar dengan tekanan terbesar. Penjualan BMW dan MINI di negara tersebut susut 21,8 persen menjadi 376.128 unit dalam sembilan bulan pertama 2026. Penurunan makin dalam pada kuartal III, ketika pengiriman hanya mencapai 114.355 kendaraan, atau anjlok 24,8 persen secara tahunan.
Kondisi ini kontras dengan perkembangan di dua pasar utama lainnya. Di Eropa, penjualan BMW dan MINI tumbuh 4,5 persen menjadi 732.279 unit. Sementara itu, penjualan di Amerika Serikat naik 3,4 persen menjadi 307.402 unit.
China menjadi tekanan terbesar bagi BMW
BMW sebelumnya menyebut kondisi pasar China sebagai salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan. Dalam laporan terbarunya, perusahaan menyatakan pelemahan penjualan di negara itu mencerminkan performa pasar otomotif secara keseluruhan.
Persaingan di China juga kian sengit. Reuters melaporkan, sejumlah produsen Jerman lain mengalami pelemahan penjualan di sana pada kuartal III. Volkswagen, Mercedes-Benz, dan Porsche turut melaporkan penurunan.
China selama ini merupakan pasar penting bagi pabrikan mobil premium global. Namun, produsen lokal semakin agresif mengembangkan produk dan memperluas jangkauan ke pasar luar negeri, di tengah pelemahan pasar domestik.
Data Reuters menunjukkan penjualan mobil penumpang di China turun selama 12 bulan berturut-turut. Pada September 2026, penjualan domestik merosot 28,1 persen menjadi sekitar 1,63 juta unit. Pada saat yang sama, ekspor mobil China justru melonjak 73,2 persen.
Penjualan mobil listrik BMW justru tumbuh
Di tengah turunnya pengiriman kendaraan secara keseluruhan, mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) BMW Group mencatat pertumbuhan. Pada kuartal III 2026, perusahaan mengirimkan 110.257 mobil listrik secara global, meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Eropa menjadi tumpuan pertumbuhan kendaraan listrik tersebut. Pengiriman BEV BMW Group di kawasan itu mencapai 81.941 unit, naik 37,5 persen. Menurut perusahaan, satu dari tiga kendaraan yang dikirim kepada konsumen di Eropa pada kuartal III merupakan mobil listrik.
Angka itu menunjukkan bahwa pelemahan penjualan BMW tidak terjadi merata di semua wilayah maupun jenis kendaraan. Pasar Eropa dan Amerika Serikat masih mencatat pertumbuhan, sementara kendaraan listrik menjadi salah satu bagian bisnis yang berkembang.
Neue Klasse diandalkan menghadapi persaingan
BMW kini mengandalkan momentum elektrifikasi dan jajaran kendaraan Neue Klasse untuk menghadapi tantangan pasar. Salah satu model yang disiapkan sebagai andalan adalah BMW iX3 baru.
BMW menyebut model tersebut telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu pesanan baru di Eropa dalam satu tahun. Capaian itu menjadi salah satu penanda minat konsumen di kawasan tersebut, meski belum mengubah gambaran penjualan global yang masih tertekan.
Tantangan berikutnya adalah menjaga pertumbuhan di pasar yang masih positif sekaligus menghadapi pelemahan di China. Dengan persaingan produsen lokal yang semakin kuat dan pasar domestik yang menyusut, perkembangan di China akan tetap menjadi perhatian penting bagi BMW maupun pabrikan asing lainnya.
