Rio Ferdinand mengaku sangat kecewa karena Manchester United gagal merekrut Ayyoub Bouaddi, gelandang muda yang kini mulai mencuri perhatian bersama Manchester City. Pemain tim nasional Maroko berusia 19 tahun itu bergabung dengan City pada musim panas dengan nilai transfer £86 juta, yang menjadikannya pemain remaja termahal dalam sejarah Liga Primer Inggris.
Bagi Ferdinand, harga besar tersebut mulai terlihat sepadan dengan potensi Bouaddi. Mantan bek MU itu mengaku telah memperhatikan sang pemain selama lebih dari setahun dan merasa klub-klub besar semestinya bergerak lebih cepat untuk mengamankan talenta yang muncul dari sepak bola Prancis tersebut.
Ferdinand mengaku MU sempat mengincar Bouaddi
Dalam komentarnya di kanal YouTube miliknya, Ferdinand mengatakan Manchester United memang memantau Bouaddi. Namun, menurutnya, biaya transfer yang diminta terlalu tinggi bagi klub. City akhirnya mendapatkan pemain muda tersebut dengan kontrak berdurasi lima tahun.
“Manchester United juga mengincarnya, 100 persen, tetapi biayanya terlalu tinggi,” kata Ferdinand. Ia membandingkan nilai transfer Bouaddi dengan gabungan biaya perekrutan Andrey Santos dan Youri Tielemans, untuk menggambarkan besarnya investasi yang dikeluarkan City.
Besarnya nilai itu tak lepas dari kepercayaan City terhadap potensi jangka panjang sang pemain. Bouaddi didatangkan ketika klub tengah merombak lini tengah, setelah Rodri hengkang ke Barcelona dan Tijani Reijnders pindah ke Liga Pro Saudi. Dalam situasi tersebut, City menambah opsi di sektor yang menjadi pusat permainan tim.
Penampilan melawan PSG membuat Bouaddi disorot
Ferdinand semakin menyesali kegagalan MU setelah melihat Bouaddi tampil dalam laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. City memang kalah, tetapi penampilan singkat Bouaddi pada babak kedua meninggalkan kesan tersendiri. Ia dinilai mampu menjaga ketenangan saat berada di bawah tekanan, meski masih berusia muda.
“Apakah kalian melihat saat Bouaddi masuk? Inilah alasan saya membicarakannya selama setahun terakhir dan sepanjang bursa transfer musim panas,” ujar Ferdinand. Ia juga menilai pemain tersebut menunjukkan kepada PSG bahwa mereka mungkin telah melewatkan talenta yang sebelumnya bermain di Prancis.
Ferdinand menekankan bahwa yang membuat Bouaddi menonjol bukan semata-mata usia atau harga transfernya. Ketenangan ketika menghadapi tekanan menjadi salah satu kualitas yang paling ia soroti. Dari penampilan singkat itu, menurut Ferdinand, Bouaddi sudah memperlihatkan kematangan yang tidak biasa bagi pemain seusianya.
“Melihat penampilan singkatnya melawan PSG saja membuat Anda berpikir, ‘Oh, saya tidak percaya kami gagal mendapatkannya. Saya benar-benar tidak percaya.’ Saya sangat kecewa, sangat kecewa. Dia hebat!” kata Ferdinand.
Debut starter di Liga Primer dan peran gelandang bertahan
Tak lama setelah tampil di kompetisi Eropa, Bouaddi mendapat kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya di Liga Primer Inggris. Ia turun sejak awal saat City menang 3-2 atas Ipswich Town di Stadion Etihad. Penampilannya menjadi kesempatan berikutnya untuk menunjukkan bahwa dirinya dapat beradaptasi dengan tuntutan sepak bola di Inggris.
Dalam laga tersebut, Bouaddi dimainkan sebagai gelandang bertahan yang beroperasi lebih dalam. Peran itu memberi ruang lebih besar bagi rekan-rekannya yang berpengalaman untuk bergerak menyerang. Fleksibilitas taktis tersebut menjadi salah satu hal yang dapat dimanfaatkan City ketika harus membagi beban bermain di tengah jadwal pertandingan yang padat.
Ferdinand menilai City memiliki cukup banyak pertandingan untuk memberi Bouaddi kesempatan tampil secara bertahap. Namun, ia juga berpendapat bahwa pemain dengan kualitas seperti Bouaddi tidak akan selamanya cocok hanya dimainkan sesekali. Pada waktunya, sang gelandang dinilai layak memperoleh peran lebih besar.
Investasi City dan potensi jangka panjang Bouaddi
Ferdinand bahkan menilai Bouaddi berpeluang memberi dampak lebih besar dibanding sejumlah pemain yang direkrut klub lain, termasuk Enzo Fernandez dan Elliot Anderson. Penilaian itu ia dasarkan pada perpaduan kemampuan dan karakteristik fisik Bouaddi, meski sang pemain masih berada di tahap awal kariernya bersama City.
Untuk saat ini, penampilan melawan PSG dan kesempatan menjadi starter di Liga Primer menjadi dua tanda awal bahwa City mulai memberinya ruang. Nilai transfer £86 juta tentu membawa ekspektasi besar, tetapi Ferdinand melihat ketenangan dan fleksibilitas Bouaddi sebagai alasan kuat di balik keyakinan tersebut.
Perjalanan Bouaddi masih panjang, dan kesan awal belum cukup untuk menentukan sejauh mana ia akan berkembang. Namun, dengan kesempatan bermain yang mulai terbuka, perhatian kini tertuju pada bagaimana City mengelola menit bermainnya dan mengubah potensi besar itu menjadi kontribusi konsisten. Bagi MU, sementara itu, perkembangan sang pemain menjadi pengingat atas talenta yang nyaris mereka rekrut.
