Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi video TikTok Sarwendah yang diduga menyindir keputusan Ruben mengadopsi Thayaka. Minola mengaku tidak heran dengan munculnya konten yang dinilai bernada sindiran itu, karena menurutnya pola komunikasi serupa sudah pernah terjadi sebelumnya.
“Nggak apa-apa. Itu kan haknya mereka,” kata Minola saat ditemui di kawasan Jakarta. Ia menyebut sindiran bukan hal baru dalam hubungan komunikasi antara kedua pihak, sehingga kemunculan konten tersebut tidak semestinya membuat publik terkejut.
Dalam kesempatan yang sama, Minola juga menjelaskan alasan Ruben mengadopsi Thayaka. Ia menegaskan keputusan itu berlangsung spontan setelah Ruben melihat kondisi bayi tersebut yang, menurut penuturannya, memprihatinkan.
Minola Sebut Sindiran Bukan Pola Baru
Minola menilai konten TikTok Sarwendah yang diduga menyindir keputusan adopsi Ruben tidak berdiri sendiri. Ia mengaitkannya dengan pola komunikasi yang, menurut dia, telah terlihat sejak persoalan antara mereka menjadi perhatian publik.
“Bukankah masalah ini menjadi suatu masalah yang besar ketika mereka juga memamerkan sindiran-sindiran? ‘Cong-jing’, ‘nggak butuh duit lu’, kan ini kan dari awal sudah ada,” ujarnya. Pernyataan itu merupakan penilaian Minola terhadap dinamika yang berlangsung di antara pihak-pihak tersebut.
Ia kemudian menyebut kebiasaan berkomunikasi semacam itu sulit berubah. “Orang itu kan kadang-kadang sulit untuk keluar dari tabiat aslinya,” kata Minola, seraya menggambarkan sindiran sebagai pola yang sudah terbentuk.
Minola juga menanggapi reaksi warganet yang merasa heran melihat dugaan sindiran tersebut. Menurut dia, justru tidak ada alasan untuk terkejut apabila komunikasi kembali berlangsung dengan pola serupa. Ia menegaskan bahwa penilaiannya didasarkan pada hal-hal yang, menurutnya, sudah pernah muncul sebelumnya.
Adopsi Thayaka Disebut Berawal dari Spontanitas
Di tengah perbincangan mengenai video itu, Minola turut meluruskan anggapan bahwa Ruben memiliki pertimbangan khusus ketika memutuskan mengadopsi Thayaka. Ia mengatakan keputusan tersebut bukan hasil perhitungan panjang ataupun langkah yang disiapkan untuk membangun citra.
Minola mengaku telah bertanya langsung kepada Ruben mengenai keputusan itu. Menurut penjelasannya, Ruben tergerak setelah melihat seorang bayi terlantar di dalam kardus. Kondisi bayi tersebut disebut membuat Ruben merasa iba, sementara saat itu tidak ada orang yang bersedia merawatnya.
“Itu spontanitas. Ya, saya juga tanya sama Ruben, itu spontanitas,” kata Minola. Ia menjelaskan, setelah melihat kondisi bayi dan merasa memiliki kecocokan, Ruben menawarkan diri untuk merawat anak itu.
Minola menggambarkan keputusan tersebut sebagai respons langsung terhadap keadaan yang dilihat Ruben. Ia menolak anggapan bahwa adopsi itu sebelumnya disusun berdasarkan strategi atau tujuan tertentu. Dalam keterangannya, titik awal keputusan Ruben adalah keberadaan bayi yang membutuhkan perawatan.
Bantah Adopsi demi Pencitraan atau Jenis Kelamin
Minola juga membantah dugaan bahwa Ruben memilih mengadopsi anak laki-laki untuk kepentingan pencitraan atau karena alasan terkait jenis kelamin. Menurut dia, tafsir semacam itu telah memperluas persoalan dari alasan yang disampaikan Ruben.
“Bukan karena pertimbangan ini supaya pencitraan, terus kemudian, ‘Oh, ini anak laki-laki ini akan dibesarkan karena dia laki-laki, bukan perempuan ini,’” ujarnya. Minola meminta keputusan tersebut tidak terus-menerus dicurigai dengan berbagai dugaan yang, menurutnya, tidak sesuai dengan penjelasan Ruben.
Ia mengibaratkan tindakan spontan sebagai keputusan yang kadang justru sulit dilakukan jika terlalu banyak pertimbangan. Minola menyampaikan analogi sederhana tentang seseorang yang ingin makan, tetapi akhirnya tidak jadi karena terus menimbang-nimbang pilihannya.
“Jangan selalu mendramatisasi sesuatu hanya untuk memenuhi pemikiran-pemikiran supaya kelihatan Ruben itu apa pun yang dilakukan adalah salah,” kata Minola. Ia menegaskan keberatannya terhadap narasi yang, menurut dia, selalu menempatkan tindakan Ruben dalam sudut pandang negatif.
Persoalan Personal Masih Jadi Sorotan
Respons Minola memperlihatkan bahwa keputusan adopsi Thayaka kini dibicarakan bersamaan dengan dugaan sindiran di media sosial. Namun, isi video TikTok yang dimaksud tidak dijelaskan secara terperinci dalam keterangannya. Minola merespons dugaan tersebut dengan menekankan bahwa sindiran bukan sesuatu yang baru menurut pengamatannya.
Di sisi lain, ia menyampaikan alasan Ruben mengadopsi Thayaka sebagai keputusan spontan setelah melihat bayi itu membutuhkan pertolongan. Penjelasan tersebut menjadi bantahan terhadap dugaan pencitraan maupun motif yang dikaitkan dengan jenis kelamin anak.
Perhatian publik terhadap persoalan ini kemungkinan masih akan berlanjut selama pernyataan dan konten kedua pihak terus menjadi perbincangan. Untuk saat ini, Minola meminta keputusan Ruben dipahami berdasarkan penjelasan mengenai kondisi yang ia lihat dan dorongan untuk merawat Thayaka, bukan melalui dugaan yang belum terbukti.
