Rumah Tasya Farasya dipenuhi retakan meski belum lama ditempati. Pemeriksaan awal menemukan sejumlah dugaan kesalahan pengerjaan, mulai dari sambungan dinding dan kolom hingga kerusakan di area kolam renang. Perbaikan pun dilakukan dengan membongkar beberapa bagian bangunan untuk memeriksa strukturnya.
Beauty creator sekaligus pebisnis itu membagikan kondisi rumahnya melalui Instagram. Suara palu dan aktivitas tukang terdengar sepanjang hari, bahkan hingga malam. Tasya mengaku renovasi ini berpotensi menelan biaya ratusan juta hingga miliaran rupiah.
“Kira-kira kalau kayak gini tuh bayar lagi nggak sih? Bayar lagi! Ratusan juta, miliaran,” ujar Tasya dalam unggahannya. Ia menyampaikan keluhannya dengan nada bercanda, tetapi kerusakan yang ditemukan membuat pekerjaan perbaikan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Temuan kerusakan pada struktur rumah Tasya Farasya
Laporan pihak yang memeriksa rumah menyebut sambungan antara kolom dan dinding bata ringan atau hebel tidak dilengkapi besi sebagaimana mestinya. Akibatnya, dinding di sisi kolom ikut retak. Di beberapa titik, dinding dan kolom bahkan tampak terpisah karena tidak ditemukan besi penghubung.
Pemeriksaan juga menemukan bagian yang seharusnya menggunakan besi justru diganti dengan kayu. Kondisi sejumlah kayu disebut sudah buruk dan membusuk. Dalam laporan yang dibagikan kepada Tasya, ditemukan pula kayu bekas bekisting yang tertanam di dalam dinding dan tidak dilepas.
“Ini malah ditemukan kayu bekas bekisting yang tidak dilepas, malah tanam di dinding dan membusuk di dalam,” demikian isi laporan pemeriksaan yang diterima Tasya.
Kerusakan tidak hanya terlihat pada dinding. Area kolam renang juga menunjukkan penurunan permukaan. Indikasinya tampak dari posisi lantai marmer yang berada di bawah garis cat yang dikerjakan tujuh bulan sebelumnya. Pihak pemeriksa menduga ada pengerjaan yang tidak sesuai dengan standar gambar arsitek.
Temuan tersebut masih disampaikan sebagai dugaan hasil pemeriksaan, bukan kesimpulan resmi mengenai penyebab seluruh kerusakan. Tasya mengatakan dirinya juga tidak mengetahui mengapa sejumlah bagian yang semestinya menggunakan besi justru ditemukan memakai kayu.
Renovasi dilakukan sambil memeriksa struktur
Setelah pemeriksaan, pekerjaan perbaikan langsung dimulai. Suara palu terdengar ketika dinding dibongkar agar bagian dalam bangunan dapat diperiksa. Tasya masih tinggal di rumah itu selama renovasi berlangsung, meski suasana rumah menjadi bising dari pagi hingga malam.
Ia menggambarkan pekerjaan tersebut berlangsung sampai sekitar pukul 22.00. Dalam unggahannya, Tasya sempat bergurau tentang suara tukang yang terus terdengar dan meminta dirinya sendiri untuk bersabar. Namun, prosesnya belum tentu selesai setelah kerusakan yang terlihat saat ini diperbaiki.
Menurut Tasya, ia mendapat laporan bahwa retakan dapat muncul kembali di bagian lain setelah perbaikan dilakukan. Karena itu, pemeriksaan dan pengawasan terhadap struktur rumah masih diperlukan. Ia menyindir situasi tersebut dengan mengatakan seolah-olah harus terus membangun, meski rumah itu telah dikerjakan selama bertahun-tahun.
Perkiraan biaya yang disebut Tasya belum dirinci sebagai angka pasti. Ia hanya menyampaikan bahwa pengeluaran untuk renovasi bisa mencapai ratusan juta rupiah, bahkan miliaran. Besarnya biaya tentu bergantung pada bagian yang harus diperbaiki setelah pemeriksaan lebih lanjut.
Tasya tak berniat menuntut pihak terkait
Sejumlah warganet menyarankan agar Tasya meminta pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat dalam pembangunan. Menanggapi masukan itu, ia mengatakan tidak berniat membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Ia memilih menyampaikan keluhannya dengan kalimat, “Aku tuntut di akhirat aja.”
Pernyataan itu muncul di tengah proses perbaikan yang masih berjalan. Tasya berterima kasih kepada orang-orang yang memberi masukan, tetapi menegaskan bahwa ia tidak ingin menuntut pihak bersangkutan. Tidak ada keterangan lebih lanjut dalam bahan sumber mengenai identitas pihak yang bertanggung jawab atas pengerjaan rumah.
Rumah tersebut dibangun selama sekitar enam tahun, sejak persiapan pada 2020. Saat itu, Tasya mengerjakannya bersama mantan suaminya, Ahmad Assegaf. Setelah keduanya berpisah pada akhir 2025, pembangunan rumah disebut dikebut hingga rampung dalam beberapa bulan.
Hunian empat lantai itu memiliki interior berbeda di tiap lantai, termasuk gaya modern French dan modern. Sejumlah perabot dibuat khusus, dan rumah tersebut juga memiliki studio untuk keperluan kerja. Kini, di tengah renovasi yang belum diketahui kapan sepenuhnya berakhir, pemeriksaan struktur menjadi perhatian utama agar kerusakan dapat ditangani sesuai temuan.
