Sembilan orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, telah dipindahkan ke Suaka Margasatwa Lamandau. Dua orangutan lain masih dirawat di OCCQ Orangutan Foundation International karena usianya belum genap tiga tahun.
Dengan pemindahan itu, sebelas orangutan yang diselamatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dari wilayah Kobar kini berada dalam penanganan. Sembilan individu sudah ditranslokasi, sedangkan dua lainnya tetap menjalani perawatan khusus. Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II, Handi Nasoka, seperti dilaporkan detik.com.
Sembilan orangutan telah tiba di Suaka Lamandau
Handi menyebut pemindahan sembilan satwa itu sebagai bagian dari penanganan setelah kebakaran mengancam habitat orangutan. Ia memastikan dua individu yang belum dipindahkan masih berada di fasilitas perawatan OCCQ.
“Sembilan individu orang utan telah ditranslokasi ke Suaka Margasatwa Lamandau.”
Perbedaan penanganan antara kelompok sembilan dan dua orangutan lainnya berkaitan dengan usia. Kedua satwa yang masih di OCCQ berumur di bawah tiga tahun, sehingga memerlukan perawatan khusus sebelum dapat menjalani pemindahan. BKSDA belum menyampaikan dalam laporan tersebut kapan keduanya akan dipindahkan atau seperti apa tahapan selanjutnya.
Untuk sementara, jumlah yang sudah dipindahkan tetap sembilan. Dua lainnya belum mengikuti translokasi, bukan karena tidak termasuk dalam penyelamatan, melainkan karena masih membutuhkan penanganan di tempat perawatan.
Vegetasi yang terbakar mengurangi tempat berlindung dan pakan
Karhutla di Kobar berdampak pada kawasan yang menjadi ruang hidup orangutan. Kebakaran merusak vegetasi yang berfungsi sebagai tempat berlindung sekaligus sumber makanan. Kerusakan itu membuat satwa menghadapi risiko kehilangan dua kebutuhan dasarnya di habitat alami.
Ketika tempat berlindung dan pakan berkurang, orangutan dapat terdorong keluar dari kawasan hutan untuk mencari makanan atau lokasi yang lebih aman. Pergerakan keluar dari habitat tersebut menjadi salah satu risiko yang melatarbelakangi penyelamatan sebelas individu oleh BKSDA.
Informasi yang disampaikan Handi tidak merinci luas kawasan yang terbakar maupun kondisi setiap orangutan saat ditemukan. Namun, alasan penyelamatan dikaitkan dengan ancaman kebakaran terhadap habitat di Kobar dan sekitarnya. Karena itu, penanganan tidak berhenti pada evakuasi: satwa yang ditemukan juga perlu ditempatkan atau dirawat sesuai kondisinya.
Usia menentukan tahap perawatan berikutnya
Penempatan sembilan orangutan di Suaka Margasatwa Lamandau dan perawatan dua individu di OCCQ menunjukkan adanya dua tahap penanganan. Kelompok yang telah dipindahkan sudah menjalani translokasi, sementara dua orangutan berusia sangat muda masih dalam pengawasan lembaga perawatan.
BKSDA menyebut usia kedua individu itu sebagai pertimbangan utama. Mereka belum dipindahkan bersama sembilan orangutan lain karena memerlukan perhatian khusus. Tidak ada keterangan lebih lanjut dalam laporan mengenai lama perawatan, kondisi kesehatan masing-masing, atau kriteria yang akan digunakan sebelum translokasi dilakukan.
Seluruhnya, sebelas orangutan telah diselamatkan dari dampak kebakaran di Kobar. Untuk saat ini, sembilan berada di Suaka Margasatwa Lamandau dan dua lainnya masih dirawat di OCCQ Orangutan Foundation International. Nasib pemindahan dua individu tersebut akan bergantung pada penanganan yang mereka perlukan, sementara ancaman kerusakan habitat menjadi alasan utama operasi penyelamatan dilakukan.
