Direktur olahraga Como, Carlalberto Ludi, menilai Nico Paz layak mengenakan nomor 10 yang lekat dengan Lionel Messi. Namun, di tengah pujian terhadap gelandang muda itu dan Moise Kean, Ludi menegaskan Como belum memikirkan Scudetto. Fokus klub, katanya, tetap pada pekerjaan sehari-hari dan upaya memperbaiki diri.
Pernyataan itu disampaikan Ludi dalam wawancara dengan Sky dan dari panggung Premio Gentleman. Ia juga merespons anggapan bahwa Como bisa menjadi penantang Inter, terutama menjelang pertandingan melawan Roma yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu. Bagi Ludi, laga tersebut adalah pertemuan dua tim kuat, bukan penentu siapa yang akan memburu gelar.
Ludi: Nico Paz punya kualitas untuk nomor 10
Nomor 10 milik Messi menjadi salah satu topik yang ditanyakan kepada Ludi. Ia lebih dulu menyampaikan harapan baik untuk Paz, yang disebutnya sebagai sosok luar biasa. Ketika berbicara tentang kemampuan bermain, Ludi memilih menyerahkan penilaian kepada publik yang telah melihat dan memuji pemain tersebut.
Namun, ia tak menutupi pandangannya. Jika nomor 10 merupakan kostum penting yang pantas dikenakan sosok dengan nilai dan kualitas tertentu, Ludi menilai Paz memenuhi syarat. Menurutnya, pemain itu bukan hanya memiliki kemampuan sepak bola yang kuat, tetapi juga karakter pribadi yang baik.
“Nico Paz pertama-tama adalah pemain hebat, namun di atas segalanya juga seorang pria hebat,” kata Ludi.
Ludi mengakui dirinya terlalu berpihak untuk memberi penilaian yang sepenuhnya netral. Como, katanya, beruntung bisa memiliki Paz selama tiga tahun. Pujian itu sekaligus memperlihatkan betapa besar penghargaan klub terhadap pemain yang menjadi sorotan dalam pembicaraan mengenai nomor 10.
Meski demikian, pernyataan Ludi tidak memastikan bahwa Paz akan mengenakan nomor tersebut. Ia menjawab pertanyaan tentang kelayakan pemain itu, bukan mengumumkan perubahan nomor punggung. Fokus komentarnya adalah kualitas permainan dan pribadi Paz.
Como menilai Kean cocok dengan gaya Cesc Fabregas
Ludi juga memberi pujian kepada Moise Kean. Ia menyebut Kean sebagai pemain top Italia dan mengatakan sang penyerang cocok dengan cara bermain yang dibangun pelatih Cesc Fabregas. Menurut Ludi, Kean membawa karakter berbeda dibandingkan pemain yang sebelumnya dimiliki Como.
Gaya Fabregas, kata Ludi, memiliki identitas yang jelas dan telah meresap ke dalam permainan para pemain. Identitas itulah yang membuat klub bersemangat. Dalam kerangka tersebut, Kean dinilai pas dan berpotensi menjadi pemain penentu.
Ludi menegaskan bahwa keyakinan Como terhadap Kean bukan sekadar harapan. Ia menyatakan klub mengetahui Kean dapat membawa keberuntungan bagi tim. Pernyataan itu menunjukkan kepercayaan direktur olahraga tersebut terhadap kontribusi sang pemain, meski ia tidak merinci target atau angka yang hendak dicapai.
Laga Como-Roma bukan penentu perebutan Scudetto
Menjelang Como menjamu Roma, muncul anggapan bahwa pemenang pertandingan bisa disebut penantang Inter. Ludi menanggapi wacana itu dengan nada ringan. Menurut dia, label semacam itu menarik bagi pembaca, tetapi pertandingan tersebut lebih tepat dilihat sebagai duel dua tim bagus.
Ia menggambarkan Como sebagai tim yang bisa menjadi kejutan, sementara Roma disebutnya sebagai kandidat yang sesungguhnya. Kedua tim juga memiliki pelatih hebat. Setelah jeda, Ludi mengakui masih ada tanda tanya, tetapi ia berharap pertandingan menyajikan daya juang, tontonan, dan hiburan.
Ketika ditanya apakah Como calon juara Serie A, jawabannya tegas: klub tidak sedang memikirkan Scudetto. Ia menyebut Como juga tidak memikirkan Liga Champions pada tahun sebelumnya. Sasaran, menurutnya, ditentukan sambil musim berjalan, seiring tim bekerja dan menilai bagian mana yang masih bisa dikembangkan.
Sikap itu menempatkan pujian terhadap Paz dan Kean dalam konteks yang lebih terukur. Como boleh memiliki ambisi dan pemain yang diyakini mampu memberi dampak, tetapi Ludi memilih tidak menetapkan status penantang gelar hanya berdasarkan satu pertandingan. Untuk sementara, perhatian klub tetap tertuju pada proses peningkatan dari hari ke hari.
