Kasus influenza A dilaporkan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk beberapa titik di Jawa Timur. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah memantau perkembangan tersebut dan meminta jajaran Kementerian Kesehatan memeriksa lebih lanjut penularan serta kenaikan kasus.
Perhatian terhadap influenza A juga penting bagi orang tua, sebab anak-anak dapat mengalami gejala yang mengganggu aktivitas dan, pada sebagian kasus, komplikasi. Meski demikian, Budi menegaskan bahwa influenza A yang menjadi perhatian saat ini bukan berarti sama dengan flu burung. Risiko yang dikhawatirkan berkaitan dengan subtipe H5 yang pernah memicu wabah flu burung.
“Ada kenaikan influenza ini selalu kita monitor. Saya dengar ada yang di Jawa Timur, di beberapa titik agak naik,” kata Budi. Ia menyebut pemerintah akan menelusuri perkembangan kasus, terutama karena influenza A memiliki beberapa subtipe yang perlu dibedakan.
Apa yang perlu diketahui tentang influenza A?
Influenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Jenisnya dibedakan menjadi influenza A, B, C, dan D berdasarkan susunan protein pada permukaan virus. Di antara tipe tersebut, influenza A paling sering dikaitkan dengan masalah serius, penyebaran cepat, dan kejadian wabah.
Dokter spesialis anak Nastiti Kaswandani menjelaskan bahwa influenza A dapat menimbulkan penyebaran luas. Penularannya terjadi melalui cairan yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada orang-orang di sekitarnya.
Virus juga dapat menular sebelum gejala muncul. Karena itu, seseorang mungkin menyebarkan influenza tanpa menyadari dirinya sedang sakit. Kebiasaan menjaga kebersihan dan menutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin tetap perlu diterapkan, baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar.
Gejala influenza pada anak dan kemungkinan komplikasi
Influenza umumnya ditandai demam tinggi, yang dapat mencapai 40 derajat Celsius, serta nyeri badan. Anak bisa terlihat lemas, mudah lelah, dan memilih lebih banyak beristirahat. Sakit kepala dan pegal-pegal juga dapat membuat mereka merasa tidak nyaman atau lebih rewel dari biasanya.
Batuk dan pilek turut menjadi gejala yang lazim. Namun, keluhan pada influenza dapat terasa lebih berat dibandingkan common cold atau infeksi virus yang umumnya menyerang hidung dan tenggorokan. Pada beberapa kasus, anak juga dapat mengalami muntah atau diare.
Orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak, termasuk ketika ia tampak sangat lemah atau membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Istirahat menjadi bagian penting selama pemulihan. Kebutuhan cairan juga perlu dipenuhi, sementara obat dapat dikonsumsi sesuai gejala.
Influenza tidak selalu berhenti sebagai gangguan pernapasan ringan. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain pneumonia, bronkiolitis, peradangan otot, ensefalitis atau peradangan otak, serta komplikasi pada jantung. Risiko inilah yang membuat pemantauan kondisi dan pencegahan penularan tetap penting, terutama pada anak.
Cara mencegah penularan influenza A
Langkah pencegahan dapat dimulai dengan mengajarkan anak menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Mereka dapat menggunakan tisu atau lipatan lengan. Tisu yang sudah dipakai sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja, sedangkan kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan secara rutin.
Menjaga daya tahan tubuh juga berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Anak perlu mendapat istirahat cukup, minum air, dan makanan bergizi seimbang. Lingkungan yang bersih turut mendukung upaya menjaga kesehatan, termasuk dengan memperhatikan kebersihan mainan, meja belajar, dan kamar.
Vaksinasi influenza dianjurkan untuk anak mulai usia enam bulan, dengan mengikuti panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Orang tua dapat memperhatikan rekomendasi tersebut sebagai bagian dari perlindungan anak, sekaligus tetap menjalankan kebiasaan pencegahan di rumah.
Peningkatan kasus di beberapa wilayah masih dipantau pemerintah. Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut, mengenali gejala dan membiasakan langkah sederhana untuk mencegah penularan dapat membantu keluarga lebih siap menghadapi influenza.
