JBL merilis PartyBox Ultimate 2, speaker pesta dengan daya 1.500 watt yang diposisikan sebagai model paling bertenaga sekaligus paling mahal di lini PartyBox. Produk ini dibanderol 1.800 dollar AS—setara sekitar Rp28 jutaan—dan sudah tersedia untuk pre-order. Pengiriman dijadwalkan mulai 25 Oktober 2026, sementara harga resmi untuk pasar Indonesia belum disebutkan.
Angka dayanya hampir dua kali lipat dibanding PartyBox 720 yang memiliki daya 800 watt. JBL juga menyematkan konektivitas nirkabel generasi baru, fitur karaoke berbasis kecerdasan buatan, serta pertunjukan cahaya yang dirancang untuk menghidupkan suasana pesta.
Daya 1.500 watt dengan konfigurasi driver lengkap
Untuk menghasilkan suara, PartyBox Ultimate 2 mengandalkan sepasang tweeter PEN kelas profesional, dua driver mid-range berukuran lima inci, dan dua woofer 10 inci. Susunan tersebut dirancang untuk menghadirkan vokal yang jernih sekaligus bass yang kuat. JBL menyebut konfigurasi tweeter-nya menyerupai sistem yang digunakan pada perangkat audio profesional.
Speaker ini juga dibekali AI Sound Boost. Fitur tersebut diklaim dapat menjaga detail dan kejernihan suara dengan distorsi rendah pada berbagai tingkat volume. Artinya, pengguna dapat memakainya untuk mendengarkan musik dengan volume lebih rendah maupun memaksimalkan daya saat mengisi acara. Klaim itu datang dari JBL; hasilnya tentu masih perlu dinilai langsung dalam penggunaan.
Dengan spesifikasi tersebut, Ultimate 2 menyasar pengguna yang membutuhkan keluaran suara besar, bukan sekadar speaker portabel untuk pemakaian pribadi. Kapasitasnya bisa relevan untuk pesta atau acara yang membutuhkan audio lebih bertenaga, meski kebutuhan ruang dan karakter acara tetap menjadi pertimbangan sebelum membeli.
Lightshow, panel sentuh, dan fitur karaoke
Di bagian visual, JBL menghadirkan lightshow dengan efek ripple-wave yang bergerak di panel depan. Pencahayaan berlapis memberi kesan kedalaman dan gerakan, sementara proyeksi ke lantai dirancang menyebarkan efek visual ke seisi ruangan. Perpaduan audio dan cahaya menjadi salah satu ciri utama PartyBox Ultimate 2.
Perangkat ini juga menjadi model pertama di lini PartyBox yang dilengkapi panel kontrol sentuh di bagian atas. Panel tersebut digunakan untuk mengatur audio dan mengakses EasySing AI Vocal Removal, fitur yang dapat mengurangi vokal dari lagu untuk kebutuhan karaoke atau hiburan pesta.
Untuk penggunaan karaoke bersama televisi, tersedia input optik. Sementara itu, port XLR line-in disediakan untuk menghubungkan peralatan DJ. Kelengkapan itu membuat Ultimate 2 dapat digunakan dalam beberapa skenario, dari memutar musik di rumah hingga mendukung perangkat audio lain saat acara.
Konektivitas luas, tetapi bodinya sangat besar
PartyBox Ultimate 2 mendukung Wi-Fi 6, Bluetooth 6.0, Bluetooth LE Audio, serta pemutaran audio lossless melalui USB-C. JBL turut mencantumkan dukungan AirPlay, Chromecast, Spotify Connect, dan Auracast. Ragam opsi tersebut memungkinkan pemutaran audio melalui beberapa layanan dan perangkat yang kompatibel.
Namun, ukuran dan bobotnya perlu diperhitungkan. Speaker ini memiliki tinggi 41,4 inci atau sekitar 1,05 meter, dengan bobot 120 pon—sekitar 54,4 kilogram. JBL memasang roda dan pegangan untuk membantu pemindahan, tetapi ukuran tersebut tetap membuatnya jauh dari kategori speaker ringkas yang mudah dibawa ke mana-mana.
Perangkat ini memiliki sertifikasi IPX4, yang berarti desainnya tahan terhadap cipratan air. Sertifikasi itu memberi perlindungan untuk kondisi tertentu, tetapi bukan berarti speaker dapat direndam atau dibiarkan terkena air tanpa batas.
Harga dan hal yang perlu dipertimbangkan
Harga pre-order PartyBox Ultimate 2 ditetapkan 1.800 dollar AS, dengan ongkos kirim gratis. JBL memperkirakan pengiriman dimulai pada 25 Oktober 2026. Perusahaan juga menyatakan biaya pengiriman untuk pengembalian barang akan dikenakan, hal yang patut diperhatikan mengingat bobot unit mencapai lebih dari 54 kilogram.
Dengan daya 1.500 watt, fitur karaoke, koneksi modern, dan pertunjukan cahaya, Ultimate 2 menawarkan paket yang ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan audio besar. Namun, harga, dimensi, dan bobotnya membuat keputusan pembelian tak hanya bergantung pada kualitas suara. Calon pembeli di Indonesia juga perlu menunggu kepastian harga lokal dan ketersediaannya sebelum menimbang apakah speaker ini sesuai dengan kebutuhan ruang maupun acara mereka.
