Karl Bushby menuntaskan perjalanan mengelilingi dunia yang dimulainya 28 tahun lalu dengan tiba di rumah masa kecilnya di Hull, Inggris, pada Senin, 2 November 2026. Petualang berusia 57 tahun itu telah menempuh sekitar 49.890 kilometer, melewati hutan Amerika Tengah, kawasan Arktik, dan sejumlah negara di Asia serta Eropa.
Ratusan warga menyambut Bushby di alun-alun Hull sebelum ia meneruskan langkah terakhir menuju rumah keluarganya. Ibunya, putranya yang berusia 36 tahun, dan cucu perempuannya yang berusia 12 tahun sudah menunggu di sana. Bushby membawa beberapa barang dengan kereta dorong, termasuk ban serep yang selama perjalanan menjadi salah satu perlengkapan pentingnya.
“Setelah 28 tahun, tidak ada lagi yang bisa saya harapkan selain ini,” kata Bushby kepada orang-orang yang berkumpul menyambutnya, seperti diberitakan MetroTVNews.com. Perjalanan itu berakhir di kota tempat ia dibesarkan, bukan di sebuah garis finis yang jauh dari keluarga.
Berangkat dari Chili dengan bekal sederhana
Gagasan untuk berjalan dari satu sisi dunia ke sisi lain tumbuh dari pertanyaan ayahnya: mungkinkah seseorang berjalan kaki dari London ke New York? Bushby, yang pernah bertugas di Resimen Parasut Angkatan Darat Inggris, kemudian merancang rute sendiri. Setelah pernikahannya kandas, ia memulai ekspedisi itu pada usia dua puluhan.
Perbekalannya ketika berangkat terbilang terbatas. Ia membawa tenda, uang beberapa ratus dolar, serta kamera plastik murah. Titik awalnya adalah Chili. Dari sana ia bergerak ke utara melintasi benua Amerika, lalu menyeberang dari Alaska menuju Rusia. Perjalanan berlanjut melalui Mongolia dan Tiongkok sebelum ia kembali ke Eropa.
Rute itu tidak seluruhnya ditempuh dengan berjalan kaki. Bushby melintasi Selat Inggris dengan berenang pada bulan sebelumnya, bagian terakhir yang ia selesaikan dengan tenaga sendiri. Dalam ekspedisi sebelumnya, ia juga berenang menyeberangi Laut Kaspia. Ia menembus hamparan es antara Alaska dan Rusia, menghadapi bentang alam yang jauh berbeda dari jalan dan kota yang dilalui di bagian lain rutenya.
Perjalanan panjang yang tertahan urusan perbatasan
Awalnya Bushby memperkirakan ekspedisi tersebut akan berlangsung sekitar 10 tahun. Kenyataannya, perjalanan membentang hampir tiga dekade. Menurut pengakuannya kepada BBC, ia menghabiskan kira-kira 15 tahun untuk benar-benar berjalan. Waktu lainnya tersita untuk mengurus visa, logistik, dan kesepakatan sponsor dengan perusahaan maupun media. Ia juga berulang kali kembali ke Meksiko untuk mengurus berbagai kebutuhan perjalanan.
Hambatan yang dihadapi bukan hanya jarak dan kondisi alam. Bushby pernah dipenjara di Panama, ditodong senjata di Meksiko, serta ditahan otoritas Rusia setelah melintasi perbatasan secara ilegal. Krisis keuangan global pada 2008 dan pandemi Covid-19 turut memperlambat langkahnya.
“Separuh dari perjalanan ini sebenarnya dihabiskan untuk menghadapi masalah birokrasi geopolitik, bukan sekadar rintangan alam,” ujarnya kepada The Telegraph. Ia mengatakan, dalam sejumlah keadaan, satu-satunya pilihan adalah menunggu. Kepada Reuters tahun lalu, Bushby juga menggambarkan bagaimana hari-hari di gurun dan Arktik dapat terasa berat karena pemandangan yang nyaris tidak berubah dalam waktu lama.
Perbedaan antara lama ekspedisi dan waktu yang benar-benar dihabiskan untuk berjalan memberi gambaran tentang skala urusan yang menyertai perjalanan lintas negara. Setiap batas wilayah membawa aturan dan proses tersendiri, sementara jeda panjang membuat rencana awal 10 tahun terus bergeser. Rangkaian peristiwa itu akhirnya menjadi bagian dari kisah perjalanan yang jauh lebih panjang daripada sekadar menempuh jarak.
Film dokumenter dan tur menanti
Setelah tiba di rumah keluarganya, Bushby berencana memulai babak baru. Sebuah film dokumenter panjang tentang perjalanannya sedang diproduksi. Dalam beberapa minggu mendatang, ia juga dijadwalkan menjalani tur sebagai pembicara di berbagai wilayah Inggris.
Ekspedisi yang dimulai dengan perlengkapan sederhana itu kini resmi berakhir di Hull. Agenda film dan tur akan membawa cerita Bushby ke publik, setelah 28 tahun yang diwarnai perjalanan fisik, penundaan, dan urusan lintas batas.
