Partai Republik memasuki pemilihan paruh waktu Amerika Serikat 2026 dengan keunggulan dana kampanye, meski popularitas Presiden Donald Trump tertekan oleh kenaikan harga bahan bakar dan Demokrat mulai menantang dominasi mereka di sejumlah negara bagian. Uang itu memberi Republik ruang lebih besar untuk membiayai iklan, terutama dalam persaingan kursi Senat.
Menurut laporan CNBC Indonesia, Partai Republik dan tiga kelompok penggalangan dana politik yang terafiliasi dengan Trump serta pimpinan Kongres telah mengumpulkan US$2,1 miliar. Jumlah itu melampaui dana yang dihimpun kubu Demokrat, yakni US$1,4 miliar. Selisih pendanaan tersebut menjadi salah satu modal utama Republik untuk mempertahankan kendali di Kongres.
Belanja iklan Senat ditopang kelompok eksternal
Persaingan Senat menyerap dana kampanye dalam jumlah besar. Data AdImpact yang dikutip CNBC Indonesia mencatat belanja iklan Republik mencapai sekitar US$1,2 miliar, sementara Demokrat mengeluarkan US$988,8 juta.
Namun, angka itu tidak berarti para kandidat Republik sendiri menghabiskan dana lebih banyak. Dalam iklan yang dibiayai langsung oleh kandidat, calon Senat dari Demokrat justru unggul dengan belanja US$437 juta. Kandidat Republik mengeluarkan US$183,6 juta.
Penopang utama belanja pihak Republik datang dari kelompok politik di luar kampanye kandidat. Kelompok pendukung Republik menghabiskan sekitar US$1 miliar untuk iklan dalam persaingan Senat. Angka tersebut hampir dua kali belanja kelompok sejenis yang mendukung Demokrat, sebesar US$551,8 juta.
Kelompok-kelompok itu dikenal sebagai super PAC. Mereka dapat menghimpun dana besar dari individu, perusahaan, maupun organisasi untuk mendukung atau menentang kandidat. Dana tersebut tidak dikelola langsung oleh kandidat, sehingga kelompok eksternal dapat menentukan sendiri kontestasi mana yang akan mereka dukung.
Di antara kelompok besar yang disebut dalam laporan itu ialah Restoration of America PAC milik Richard Uihlein dan Americans for Prosperity Action, yang terhubung dengan jaringan donor miliarder Charles Koch. Dengan dana yang tidak terikat pada satu kandidat, kelompok semacam ini dapat memindahkan dukungan ke negara bagian lain ketika peluang politik berubah.
Demokrat punya kandidat dengan kantong tebal
Keunggulan dana Republik bukan berarti Demokrat tak memiliki sumber daya. Di Georgia, Senator Jon Ossoff mengumpulkan US$116 juta. Dana itu jauh di atas US$10 juta yang diperoleh Mike Collins, penantangnya dari Partai Republik.
Di Iowa, Josh Turek, anggota parlemen negara bagian dari Demokrat, menghimpun US$24 juta untuk memperebutkan kursi Senat yang kosong. Lawannya dari Republik, Ashley Hinson, mengumpulkan US$14 juta.
Kedua kandidat Demokrat itu juga mendapat perhatian nasional melalui materi kampanye yang beredar luas di media sosial. Ossoff dikenal lewat pidato kampanyenya yang keras. Turek menarik perhatian melalui iklan politik, termasuk satu iklan yang menampilkan mantan Presiden Barack Obama.
Dukungan donor besar turut memperkuat kubu Demokrat. Michael R. Bloomberg, pendiri Bloomberg LP, menyumbangkan sekitar US$80 juta pada September dan Oktober untuk membantu partai itu menghadapi pemilu paruh waktu.
Texas menjadi medan pertarungan mahal
Texas memperlihatkan bagaimana uang, persaingan kandidat, dan perhatian nasional bertemu dalam satu kontestasi. Negara bagian itu selama puluhan tahun tidak dimenangi Demokrat dalam pemilihan tingkat negara bagian sejak 1994. Namun, persaingan Senat di sana kini termasuk yang paling mahal.
James Talarico, kandidat Demokrat sekaligus anggota parlemen negara bagian, mengumpulkan US$146 juta. Dana itu lebih dari enam kali jumlah yang dihimpun Ken Paxton, jaksa agung Texas. Talarico juga unggul atas Paxton dalam sejumlah jajak pendapat sejak akhir Juli.
Besarnya belanja eksternal memungkinkan partai memperluas jangkauan iklan, sementara kemampuan kandidat menggalang uang tetap menentukan daya saing masing-masing. Senat menjadi rebutan penting karena lembaga itu berwenang mengonfirmasi anggota kabinet dan hakim yang diajukan pemerintah. Bagi Republik, mempertahankan mayoritas berarti menjaga pengaruh pemerintahan Trump dalam proses tersebut.
Dengan persaingan yang masih berlangsung, dana kampanye akan terus menjadi salah satu faktor penentu dalam perebutan kursi. Republik memiliki keunggulan dari kelompok pendukung eksternal, sementara sejumlah kandidat Demokrat menunjukkan mereka mampu menarik dana besar dan mengubah perlombaan di negara bagian yang kompetitif.
