Mariano Peralta menjadi penentu kemenangan Persib Bandung atas The Cong Viettel setelah mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-45. Gol tunggal di Stadion Si Jalak Harupat itu memastikan Persib menang 1-0 dan mempertahankan awal sempurna di fase grup AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/27.
Penyerang asal Argentina tersebut dinobatkan sebagai Player of the Match. Bagi Peralta, kemenangan itu bukan semata hasil dari satu eksekusi penalti, melainkan buah dari kedisiplinan seluruh pemain menjalankan rencana yang telah disiapkan bersama pelatih.
Persib kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan berada di puncak klasemen sementara Grup E. Hasil melawan klub Vietnam itu menjadi kemenangan kedua beruntun Maung Bandung di kompetisi Asia.
Peralta menilai Persib disiplin menjalankan rencana
Peralta menyebut timnya mampu tampil sesuai persiapan, meski pertandingan berlangsung ketat. Ia menilai instruksi yang diberikan sebelum laga diterapkan dengan baik oleh para pemain, sehingga Persib bisa menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
“Kami menampilkan permainan yang luar biasa hari ini. Rencana permainan berjalan sesuai dengan apa yang kami persiapkan dalam latihan,” ujar Peralta.
Gol penalti pada menit ke-45 menjadi pembeda dalam laga tersebut. Persib tidak menambah gol, tetapi keunggulan satu angka cukup untuk mengamankan tiga poin. Peralta pun menjadi sorotan sebagai pencetak gol sekaligus pemain terbaik pertandingan.
Kemenangan ini memberi Persib modal penting dalam persaingan grup. Dengan enam poin dari dua laga, mereka menjaga posisi teratas sementara dan rekor sempurna. Meski demikian, perjalanan di fase grup belum selesai; hasil berikutnya tetap akan menentukan langkah klub di kompetisi antarklub Asia tersebut.
Siap bermain di berbagai posisi lini serang
Dalam pertandingan melawan The Cong Viettel, Peralta dimainkan sebagai penyerang tengah. Posisi itu berbeda dari peran yang biasa ia jalani di sayap. Namun, pemain berusia asal Argentina itu menegaskan bahwa perubahan posisi bukan masalah baginya selama sesuai kebutuhan tim.
“Seperti yang pernah saya katakan, saya bisa bermain di beberapa posisi di lini serang. Saya siap untuk pelatih dan siap bermain di posisi mana pun yang dibutuhkan.”
Pernyataan tersebut menggambarkan kesediaannya mengikuti kebutuhan taktik Persib. Peralta tidak membatasi kontribusi pada satu posisi, dan menempatkan keputusan pelatih sebagai acuan. Fleksibilitas itu menjadi salah satu pilihan yang bisa dimanfaatkan tim dalam menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Peralta juga mengaku telah memahami tuntutan agenda Persib sejak memutuskan bergabung. Ia mengetahui tim harus bermain setiap tiga hari, sehingga tuntutan menjaga kesiapan fisik dan mental sudah menjadi bagian dari tantangan yang ia terima.
“Saat memutuskan bergabung dengan klub ini, saya sudah tahu bagaimana jadwalnya. Saya tahu kami harus bermain setiap tiga hari dan saya menerima tantangan itu,” tegasnya.
Ia mengaku senang berada di Persib dan yakin dapat memberikan yang terbaik untuk membantu tim. Pernyataan itu disampaikan setelah golnya ikut mengamankan hasil yang penting dalam upaya Maung Bandung menjaga posisi di puncak grup.
Persib bersiap menghadapi Melbourne Victory
Ujian berikutnya di ACL Two menanti pada matchday ketiga. Persib dijadwalkan menjamu klub Australia, Melbourne Victory, di Bandung pada 28 Oktober 2026. Laga itu menjadi kesempatan bagi tim untuk melanjutkan tren positif sekaligus memperkuat posisi di Grup E.
Jadwal yang rapat membuat kesiapan pemain akan kembali diuji. Peralta sudah menyatakan menerima tuntutan bermain setiap tiga hari, sementara kemenangan atas The Cong Viettel memperlihatkan pentingnya menjalankan rencana tim dengan disiplin. Persib kini memiliki bekal enam poin, tetapi persaingan grup masih berlanjut.
Dengan Peralta siap dimainkan di beberapa posisi lini serang dan Persib menjaga rekor sempurna, perhatian berikutnya tertuju pada pertemuan melawan Melbourne Victory. Hasil laga di Bandung itu akan memberi gambaran lebih jauh tentang kemampuan Maung Bandung mempertahankan laju mereka di kompetisi Asia.
