Jose Mourinho akan kembali memimpin Real Madrid menghadapi Barcelona di Camp Nou pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 03.00 WIB. Menjelang El Clasico pertamanya sejak Maret 2013, catatan pelatih asal Portugal itu masih menyimpan lebih banyak kekalahan daripada kemenangan saat berhadapan dengan rival abadi Madrid tersebut.
Madrid datang dengan tekanan untuk meraih hasil positif. Mereka tertinggal enam poin dari Barcelona di puncak klasemen dan memiliki rekor yang kurang baik dalam pertemuan domestik belakangan ini: hanya satu kemenangan dan enam kekalahan dari tujuh laga melawan Blaugrana di semua kompetisi.
Di liga, Madrid sudah tiga kali dikalahkan Barcelona. Dua kekalahan terakhir bahkan terjadi dalam dua kunjungan terakhir ke Camp Nou, stadion yang akan kembali menjadi panggung pertemuan kedua tim.
Catatan Mourinho di El Clasico masih timpang
Pada periode pertamanya menangani Madrid, dari 2010 hingga 2013, Mourinho menghadapi Barcelona dalam serangkaian pertandingan domestik yang sarat persaingan. Catatan yang disebutkan dalam laporan menyebut ia meraih lima kemenangan dan menelan enam kekalahan dalam 17 pertandingan.
Angka tersebut menggambarkan duel yang ketat, tetapi belum menunjukkan dominasi Madrid. Kekalahan lebih banyak daripada kemenangan menjadi salah satu catatan yang akan melekat ketika Mourinho kembali menghadapi Barcelona.
Ada perbedaan dalam pencatatan jumlah laga. Data lain menyebut Mourinho menjalani 18 El Clasico dengan lima kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan. Namun, jumlah hasil tersebut hanya mencapai 17 pertandingan. Karena itu, angka keseluruhan perlu dibaca dengan mencermati perbedaan sumber tersebut.
Dalam enam pertemuan di Liga Spanyol, Madrid asuhan Mourinho disebut mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan. Catatan itu juga menyebut Madrid tidak terkalahkan dalam tiga El Clasico terakhir yang ia jalani. Rentetan tersebut memberi gambaran bahwa perjalanan Mourinho melawan Barcelona tidak hanya diwarnai hasil buruk.
Kekalahan 0-5 dan kebangkitan di akhir periode
Salah satu hasil paling menonjol terjadi pada 29 November 2010. Madrid kalah 0-5 dari Barcelona di Camp Nou dalam pertandingan Liga Spanyol. Kekalahan telak itu menjadi bagian penting dari catatan Mourinho menghadapi rivalnya, sekaligus memperlihatkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi Madrid pada masa tersebut.
Namun, hasil-hasil menjelang akhir masa kepelatihannya menunjukkan perubahan. Dalam lima pertandingan terakhir yang tercatat, Madrid asuhan Mourinho membukukan tiga kemenangan dan dua hasil imbang tanpa kekalahan.
Rangkaian itu dimulai dengan kemenangan 2-1 atas Barcelona pada final Piala Super Spanyol, 29 Agustus 2012. Berikutnya, kedua tim bermain imbang 2-2 di liga pada 7 Oktober 2012 dan 1-1 dalam semifinal Copa del Rey pada 30 Januari 2013.
Madrid kemudian menang 3-1 di kandang Barcelona pada leg semifinal Copa del Rey, 26 Februari 2013. Kemenangan 2-1 atas Barcelona di Liga Spanyol pada 2 Maret 2013 menjadi laga terakhir Mourinho melawan Blaugrana yang tercantum dalam daftar tersebut.
Ujian baru bagi Madrid di Camp Nou
Kemenangan terakhir itu menjadi titik pembanding menjelang pertemuan yang akan datang. Setelah lebih dari 13 tahun, Mourinho kembali menghadapi Barcelona dalam El Clasico. Ia membawa pengalaman dari persaingan sebelumnya, tetapi situasi Madrid kali ini juga ditentukan oleh jarak enam poin di klasemen dan hasil pertemuan terbaru kedua tim.
Bagi Madrid, kemenangan bukan sekadar soal menjaga gengsi. Hasil positif dapat membantu mereka memangkas selisih dengan Barcelona, sekaligus memperbaiki catatan yang belakangan lebih banyak diwarnai kekalahan. Sebaliknya, tuan rumah punya kesempatan mempertahankan posisi di puncak.
Rekor lama tidak otomatis menentukan hasil laga baru. Namun, catatan Mourinho—dari kekalahan 0-5 hingga tiga kemenangan dalam lima duel terakhirnya—menjadi latar yang membuat kembalinya ia ke El Clasico menarik untuk disimak. Pertemuan di Camp Nou akan menguji apakah pengalaman tersebut cukup untuk mengubah tren Madrid.
