Pencari kerja di Jakarta akan mendapat akses transportasi umum gratis mulai 1 Januari 2027. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan fasilitas itu berlaku untuk seluruh moda transportasi yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan prioritas bagi warga yang belum pernah bekerja.
Pramono mengumumkan rencana tersebut saat membuka Karir Jakarta & Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Pemerintah daerah akan menyiapkan kartu khusus bagi kelompok penerima manfaat, sementara aturan mengenai mekanisme dan persyaratannya masih disusun.
“Per 1 Januari tahun 2027, Pemerintah DKI Jakarta akan membuat keputusan bahwa pencari kerja termasuk yang digratiskan naik seluruh transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono.
Prioritas bagi warga yang belum pernah bekerja
Kebijakan ini dirancang untuk membantu warga yang perlu bepergian selama menjalani proses rekrutmen. Pencari kerja bisa berpindah lokasi untuk menyerahkan berkas, menghadiri wawancara, atau mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Ongkos perjalanan dapat menjadi beban, terutama bagi mereka yang belum memiliki penghasilan tetap.
Pramono mengatakan pengalaman menggunakan transportasi umum saat mencari pekerjaan kerap melekat dalam ingatan. Menurut dia, perjalanan dari satu tempat ke tempat lain merupakan bagian nyata dari upaya seseorang memperoleh pekerjaan.
“Saya membayangkan pasti di ruangan ini banyak yang mengalami, ketika sedang mencari pekerjaan naik turun transportasi umum itu adalah pekerjaan yang paling memorable, diingat,” ujar Pramono.
Meski ditujukan bagi pencari kerja, fasilitas tersebut tidak diberikan tanpa batas. Kelompok yang menjadi prioritas utama adalah mereka yang belum pernah bekerja. Pramono juga menyatakan bahwa orang yang telah memperoleh pekerjaan lalu ingin berpindah ke perusahaan lain tidak termasuk dalam skema tersebut.
“Kalau sudah mendapatkan pekerjaan kemudian mau pindah kerja, ya kita tidak berikan,” kata Pramono.
Ketentuan itu menunjukkan bahwa program diarahkan untuk membantu warga pada tahap awal memasuki dunia kerja. Namun, pemerintah belum merinci dokumen yang harus disiapkan maupun cara memastikan status calon penerima.
Kartu khusus dan aturan program masih disiapkan
Pemprov DKI berencana memberikan kartu kepada pencari kerja yang memenuhi kriteria. Kartu tersebut akan menjadi akses untuk menggunakan layanan transportasi gratis. Pramono menyebut mekanisme program akan diatur lebih lanjut, sehingga calon penerima masih perlu menunggu penjelasan resmi mengenai pendaftaran dan penggunaannya.
Belum ada rincian dalam pengumuman tersebut mengenai jenis moda yang dapat digunakan, masa berlaku kartu, ataupun prosedur jika penerima sudah mendapatkan pekerjaan. Pemerintah daerah juga belum menyampaikan persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Informasi itu akan menentukan bagaimana program dapat diakses dan dijalankan secara tertib.
Rencana ini menjadi bagian dari perluasan penerima transportasi umum gratis di Jakarta. Pramono sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah golongan penerima yang semula 15 akan ditingkatkan menjadi 21. Perluasan tersebut mencakup sejumlah kelompok yang membutuhkan dukungan mobilitas.
Kelompok lain yang disebut akan masuk dalam rencana perluasan antara lain pendamping penyandang disabilitas, pasien yang rutin menjalani rujukan, serta pelajar dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang bukan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Penerima lain yang direncanakan mencakup anggota usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan serta korban bencana alam atau warga yang masih menjalani masa pemulihan. Dengan bertambahnya kelompok sasaran, pemerintah berharap fasilitas transportasi publik dapat menjangkau lebih banyak warga.
Bursa kerja jadi ruang bertemu pelamar dan perusahaan
Pengumuman kebijakan transportasi gratis itu disampaikan di tengah penyelenggaraan Karir Jakarta & Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026. Berdasarkan informasi dalam bahan sumber, pameran yang berlangsung pada 22–23 Oktober tersebut menghadirkan 105 stan perusahaan dengan total 12.000 lowongan. Jumlah pendaftar, baik daring maupun langsung, dilaporkan melampaui 28.000 orang.
Expo tersebut terbuka bagi pencari kerja, termasuk warga yang bukan pemegang KTP DKI Jakarta dan penyandang disabilitas. Namun, kesempatan yang tersedia belum selalu mudah dijangkau atau sesuai dengan kebutuhan setiap pelamar. Pengalaman Amelia Zuhalmi, lulusan Ilmu Komunikasi yang menggunakan kursi roda, menggambarkan tantangan itu.
Amelia telah mengirim lebih dari sepuluh lamaran sejak lulus pada 2024. Ia pernah magang di RRI dan bekerja di bank swasta, serta berminat berkarier di bidang komunikasi, termasuk sebagai penyiar radio dan pembuat siniar. Saat mendampinginya mencari peluang di expo, ayahnya, Ami, berharap perusahaan menyediakan kesempatan yang dapat diakses penyandang disabilitas.
“Kalau bisa untuk difabel, ya, bukan minta dikhususin, gitu kan. Harus ada peluangnyalah, biar enggak kalah sama yang normal,” kata Ami.
Rencana transportasi gratis dapat mengurangi salah satu biaya yang dihadapi pencari kerja, tetapi pelaksanaannya masih menunggu aturan teknis. Kejelasan kriteria, kartu, serta akses bagi beragam kebutuhan akan menjadi bagian penting agar dukungan ini benar-benar membantu warga menjangkau peluang kerja mulai 2027.
