Phil Foden mengakhiri penantian panjangnya untuk mencetak gol di Liga Inggris saat Manchester City mengalahkan Ipswich Town 3-2, Sabtu (17/10). Gol yang lahir dari umpan Jeremy Doku itu menjadi yang pertama bagi Foden di kompetisi tersebut setelah 10 bulan tanpa mencetak gol.
Bagi gelandang serang berusia 26 tahun itu, gol tersebut datang pada masa yang tidak mudah. Ia tetap mendapat kepercayaan bermain, tetapi belum mampu mengakhiri paceklik yang berlangsung selama 23 pertandingan beruntun.
Kemenangan atas Ipswich menjadi kabar baik bagi City, tetapi bagi Foden, gol itu punya arti pribadi. Ia mengaku lega bisa kembali mencatatkan namanya di papan skor, sembari menegaskan bahwa hasil tim tetap menjadi hal terpenting.
Gol Phil Foden lahir dari umpan Doku
Foden menyambar umpan Doku untuk mencetak salah satu gol dalam kemenangan 3-2 Manchester City. Erling Haaland juga menyumbang dua gol bagi City, menurut laporan pertandingan yang dirangkum dalam bahan berita.
Hasil tersebut diraih dengan susah payah. City hanya unggul satu gol atas Ipswich, tetapi tiga poin tetap berhasil dibawa pulang dalam lanjutan Liga Inggris itu.
Gol Foden mengakhiri rentetan panjang tanpa golnya di liga. Kali terakhir ia mencetak gol di kompetisi itu adalah pada 14 Desember 2025, ketika City menang 3-0 atas Crystal Palace.
Setelah pertandingan melawan Palace, Foden terus mendapat kesempatan bermain. Namun, gol tak kunjung datang dan ia melewati 23 laga tanpa mencetak gol. Situasi itu membuat gol ke gawang Ipswich terasa lebih dari sekadar tambahan angka bagi City.
Foden mengakui melewati masa sulit
Foden tidak menutupi bahwa periode tersebut terasa berat. Ia juga menyinggung kartu merah yang diterimanya dalam laga kontra Manchester United sebagai salah satu hal yang membuat masa sulit itu terasa semakin menekan.
“Saya melewati masa-masa yang sulit. Apalagi ditambah setelah kena kartu merah,” kata Foden, seperti dikutip dari BBC.
Ia mengatakan situasi tersebut menjengkelkan. Untuk melewatinya, Foden berusaha menjaga kesabaran dan menambah waktu latihan secara mandiri, meski ia mengakui hal itu bukan perkara mudah.
“Sangat menjengkelkan rasanya. Saya harus terus bersabar dan menambah waktu latihan sendiri. Itu tidaklah mudah,” ujarnya.
Pernyataan itu memberi gambaran tentang upayanya menghadapi paceklik gol tanpa kehilangan fokus. Gol di laga melawan Ipswich menjadi tanda bahwa penantian panjangnya di Liga Inggris akhirnya selesai, setelah ia terus bermain tetapi belum mendapat hasil yang diharapkan.
Tiga poin tetap jadi prioritas Manchester City
Meski lega bisa kembali mencetak gol, Foden tidak menempatkan pencapaian pribadi di atas hasil pertandingan. City membutuhkan kemenangan, dan ia menyebut tiga poin sebagai hal paling penting dari laga tersebut.
“Saya akhirnya menuntaskan penantian untuk bikin gol. Tapi yang terpenting, kami menang dan meraih tiga poin,” katanya.
Sikap itu sejalan dengan hasil akhir yang harus diperjuangkan City. Kemenangan 3-2 atas Ipswich membuat gol Foden bukan sekadar catatan individual, melainkan bagian dari hasil yang membawa timnya meraih poin penuh.
Musim ini, Foden telah lima kali tampil di Liga Inggris. Ia mencatatkan satu gol dan dua assist, termasuk gol yang mengakhiri puasa panjangnya tersebut.
Performa berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Foden untuk membangun kembali ketajamannya secara bertahap. Namun, untuk saat ini, ia sudah melewati satu beban besar: kembali mencetak gol dan membantu Manchester City menang. Bagi pemain yang sempat menjalani 23 laga tanpa gol, titik awal itu bisa menjadi bekal penting untuk menatap pertandingan selanjutnya.
