Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih memiliki banyak kekurangan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, ia meminta jajarannya menindak tegas pelanggaran. Sebanyak 353 orang, menurut data yang disampaikan Prabowo, telah diberhentikan dengan tidak hormat.
Prabowo juga menyebut 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung dan 2.600 orang lainnya masih menjalani pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN). Ia meminta proses penertiban dilakukan tanpa keraguan.
“Banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kita akui. 13 orang sudah ditetapkan tersangka, dalam proses diperiksa Inspektorat BGN 2.600 orang. Jangan ragu-ragu ya, pecat, bersihkan sampai bersih ya,” kata Prabowo dalam arahannya.
Penindakan dan pemeriksaan dalam pelaksanaan MBG
Angka-angka tersebut menggambarkan langkah penanganan yang disampaikan Presiden terhadap persoalan dalam program MBG. Pemberhentian 353 orang merupakan sanksi yang telah dijatuhkan, sedangkan pemeriksaan terhadap ribuan orang oleh Inspektorat BGN masih berlangsung. Prabowo juga menyebut pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung terhadap 203 orang.
Data itu tidak dengan sendirinya menjelaskan jenis pelanggaran yang ditangani atau hasil akhir pemeriksaan. Namun, arahan Presiden menunjukkan bahwa pemerintah menghendaki penanganan terhadap dugaan penyimpangan maupun persoalan kinerja dilakukan secara serius. Ia meminta pihak terkait mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang ditemukan selama program berjalan.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa penindakan tidak boleh berhenti karena keraguan. Ia meminta jajarannya membersihkan pelaksanaan program dari pihak yang melanggar, seraya memastikan keputusan diambil sesuai proses yang berlaku. Pemeriksaan yang masih berjalan menjadi bagian dari evaluasi tersebut.
MBG merupakan program pemerintah yang berhubungan langsung dengan penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak. Karena itu, persoalan dalam pelaksanaannya menjadi perhatian penting dalam arahan Presiden. Prabowo menyebut program tersebut strategis dan vital bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Prabowo minta pembenahan tidak mengabaikan tujuan program
“MBG strategis. MBG vital,” ujar Prabowo. Ia menekankan pentingnya program itu bagi masa depan anak-anak, meskipun pelaksanaannya masih perlu dibenahi. Pesan tersebut menempatkan evaluasi dan keberlanjutan program sebagai dua hal yang berjalan beriringan.
Pengakuan atas kekurangan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pelaksanaan MBG tidak dianggap selesai hanya karena program telah berjalan. Pemerintah perlu mengevaluasi persoalan yang muncul, sementara pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak. Prabowo meminta kementerian dan lembaga terkait bekerja sama memperbaiki kelemahan di lapangan.
Dalam arahan penutupnya, Presiden meminta jajaran pemerintah memperkuat kerja sama tim dan tidak ragu menjalankan pembenahan. Ia juga menyinggung perlunya menanggalkan rasa rendah diri dalam bekerja. Fokusnya, menurut arahan tersebut, adalah mengatasi kelemahan implementasi agar program dapat berjalan sesuai tujuan.
Pemeriksaan terhadap 2.600 orang oleh Inspektorat BGN masih menjadi salah satu bagian penting dari proses evaluasi yang disampaikan Presiden. Hasil pemeriksaan dan tindak lanjut terhadap temuan akan menentukan langkah pembenahan berikutnya. Pemerintah dituntut memastikan penindakan berjalan seiring dengan perbaikan pelaksanaan MBG, sehingga tujuan pemenuhan gizi anak tetap menjadi perhatian utama.
