Aktris Masayu Anastasia menanggapi komentar netizen yang berharap ia kembali rujuk dengan mantan suaminya, Lembu Wiworo Jati. Meski telah berpisah, keduanya tetap menjalin hubungan baik dan bekerja sama dalam membesarkan anak mereka.
Permintaan rujuk itu muncul karena Masayu dan Lembu terlihat kompak sebagai orang tua. Bagi Masayu, hubungan yang terjaga setelah perceraian bukan berarti keduanya harus kembali menjadi pasangan. Ia justru berharap sikap mereka bisa menunjukkan bahwa perpisahan tidak mesti diikuti permusuhan.
Ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Masayu mengaku sudah cukup sering membaca komentar semacam itu. Ia meresponsnya dengan ringan, bahkan tertawa saat menceritakan bagaimana dirinya merasa pusing menghadapi harapan netizen.
“Banyak sih emang komen gitu, cuma kayak, ‘Aah pusing’,” ujar Masayu.
Hubungan baik setelah berpisah jadi sorotan
Hubungan Masayu dan Lembu yang tetap baik menjadi perhatian publik. Keduanya menjaga komunikasi dan kekompakan dalam urusan membesarkan anak, meskipun status mereka sudah bukan suami istri. Pemandangan itu kemudian ditafsirkan sebagian netizen sebagai alasan bagi mereka untuk kembali bersama.
Namun, Masayu tidak menyampaikan bahwa dirinya dan Lembu berencana rujuk. Responsnya lebih menyoroti banyaknya komentar yang datang dan harapannya agar hubungan mereka saat ini dapat memberi pelajaran kepada orang tua lain yang menghadapi situasi serupa.
Dalam pandangan Masayu, anak juga belajar dari cara orang tuanya bersikap setelah berpisah. Karena itu, menjaga hubungan baik bukan semata-mata urusan antara dua orang dewasa. Sikap tersebut dapat menjadi contoh bagi anak yang menyaksikan langsung bagaimana orang tuanya tetap saling mendukung.
Masayu ingin orang tua tak bermusuhan
Masayu berharap sikapnya bersama Lembu bisa memberi dampak positif, terutama bagi para orang tua yang sudah berpisah. Ia menekankan bahwa perceraian tidak harus menghapus kemampuan untuk berhubungan dengan baik, terlebih ketika keduanya masih memiliki tanggung jawab bersama dalam membesarkan anak.
“Ya mungkin bukan cuma mengajarkan anak ya, tapi mengajarkan para orang tua di sana ya, yang sudah berpisah tidak harus bermusuhan. Karena gimana pun juga anak pasti akan melihat yang pertama,” jelas Masayu.
Pernyataan itu menempatkan kekompakan mereka dalam konteks pengasuhan, bukan sebagai jawaban atas spekulasi tentang kemungkinan kembali menjadi pasangan. Masayu menyebut kebahagiaan anak sebagai alasan di balik sikapnya. Ia juga mengatakan tidak merasa terganggu dengan keadaan hubungannya bersama Lembu saat ini.
Dengan demikian, komentar netizen tentang rujuk tidak mengubah pesan yang ingin disampaikan Masayu: orang tua yang telah berpisah tetap dapat menjaga hubungan baik. Ia dan Lembu memilih untuk terus mendukung satu sama lain dalam urusan anak, tanpa menjadikan perceraian sebagai alasan untuk bermusuhan.
Kekompakan demi kebahagiaan anak
Sikap Masayu dan Lembu memperlihatkan bahwa hubungan setelah perceraian dapat tetap berfokus pada kebutuhan anak. Bagi Masayu, hal yang penting adalah bagaimana orang tua menjalankan peran masing-masing dan memberi contoh melalui sikap sehari-hari. Komentar publik boleh beragam, tetapi ia menegaskan bahwa hubungan baik itu dijalani demi kebahagiaan anak.
Harapan netizen agar keduanya rujuk pun ia tanggapi tanpa memperpanjang spekulasi. Masayu memilih menjelaskan nilai yang ingin ia pegang: berpisah tidak berarti harus bermusuhan. Bagi orang tua yang berada dalam keadaan serupa, pesan itu menjadi pengingat bahwa kerja sama dalam membesarkan anak tetap bisa dijaga setelah hubungan sebagai pasangan berakhir.
