Lamine Yamal tidak masuk dalam daftar final 25 nominasi Golden Boy 2026 yang diumumkan pada Senin. Absennya bintang Barcelona itu bukan karena penurunan status sebagai salah satu talenta muda terkemuka, melainkan karena aturan penghargaan yang tidak mengizinkan seorang pemain memenanginya lebih dari satu kali.
Yamal meraih Golden Boy pada 2024. Karena penghargaan tersebut sudah pernah ia menangkan, ia otomatis tidak dapat kembali masuk dalam persaingan edisi 2026. Namanya pun tidak tercantum dalam daftar final, meskipun reputasinya sebagai pemain muda papan atas tetap diakui.
Aturan Golden Boy membuat Yamal tak bisa kembali bersaing
Golden Boy merupakan penghargaan untuk pemain terbaik di bawah usia 21 tahun yang bermain di kompetisi-kompetisi Eropa. Penghargaan yang diluncurkan surat kabar Italia Tuttosport pada 2003 itu menjadi salah satu penghargaan individu yang menyoroti perkembangan talenta muda di benua tersebut.
Dalam kasus Yamal, batasan utamanya bukan soal usia atau klub. Regulasi Golden Boy menyatakan seorang pemain tidak bisa memenangi penghargaan itu lebih dari sekali. Setelah dinobatkan sebagai pemenang pada 2024, pemain Barcelona tersebut tidak lagi dapat menjadi kandidat dalam perebutan penghargaan 2026.
Ketentuan itu menjelaskan mengapa absennya Yamal menjadi perhatian, tetapi bukan berarti ia tersingkir dalam proses seleksi biasa. Ia memang berada di luar perburuan karena statusnya sebagai pemenang sebelumnya. Dengan demikian, daftar final tahun ini membuka ruang bagi nama-nama muda lain untuk bersaing memperebutkan penghargaan.
Daftar final Golden Boy 2026 berisi 25 pemain
Daftar final diumumkan setelah jumlah kandidat dipangkas dari 50 menjadi 25 pemain. Mereka berasal dari sejumlah negara dan klub Eropa, dengan nama-nama yang mewakili berbagai posisi serta latar belakang sepak bola. Salah satu pemain Barcelona yang masuk daftar adalah Pau Cubarsi, yang juga menjadi bagian dari persaingan tahun ini.
Tujuh nama dalam daftar tersebut ialah Charalampos Kostoulas dari Yunani yang bermain untuk Brighton, Rodrigo Mora dari Portugal di Roma, Joane Gadou dari Prancis di Borussia Dortmund, Xavi Espart dari Spanyol di Barcelona, Franco Mastantuono dari Argentina di Fiorentina, Finn Jeltsch dari Jerman di Stuttgart, serta Kerim Alajbegovic dari Bosnia dan Herzegovina di Juventus.
Kelompok berikutnya mencakup Said El Mala dari Jerman di Köln, Marc Bernal dari Spanyol di Barcelona, Jon Martin dari Spanyol di Real Sociedad, Konstantinos Karetsas dari Yunani di Borussia Dortmund, Endrick dari Brasil di Real Madrid, Gianluca Prestianni dari Argentina di Benfica, Estevao dari Brasil di Chelsea, Junior Kroupi dari Prancis di Bournemouth, dan Lennart Karl dari Jerman di Bayern Munich.
Lima belas nama lainnya adalah Myles Lewis-Skelly dari Inggris di Arsenal, Jorrel Hato dari Belanda di Chelsea, Victor Froholdt dari Denmark di Porto, Rayan dari Brasil di Bournemouth, Luka Vuskovic dari Kroasia di Brighton, Ayoub Bouaddi dari Maroko di Manchester City, Jan Diomande dari Pantai Gading di Real Madrid, Pau Cubarsi dari Spanyol di Barcelona, serta Warren Zaire-Emery dari Prancis di Paris Saint-Germain. Secara keseluruhan, daftar itu memuat 25 pemain.
Persaingan berlanjut tanpa pemenang edisi 2024
Daftar final 2026 menampilkan sejumlah pemain muda dari klub-klub besar Eropa, termasuk Barcelona, Real Madrid, Chelsea, Bayern Munich, Arsenal, dan Paris Saint-Germain. Namun, materi pengumuman tersebut tidak menyebutkan urutan favorit atau peluang masing-masing kandidat. Karena itu, daftar ini menunjukkan para pemain yang masuk nominasi, bukan hasil akhir penghargaan.
Absennya Yamal menjadi pembeda penting pada edisi ini. Ia tidak lagi berada dalam persaingan Golden Boy setelah meraih penghargaan dua tahun sebelumnya, sementara 25 kandidat yang tersisa akan mengisi perebutan gelar pemain muda terbaik menurut penghargaan tersebut. Perkembangan persaingan kini bergantung pada para pemain yang masih memenuhi ketentuan nominasi.
Aturan satu kali menang juga memberi konteks pada cara Golden Boy menyusun kandidat dari tahun ke tahun: pemenang sebelumnya tidak dapat kembali mengangkat trofi yang sama. Bagi Yamal, pencapaian pada 2024 menutup peluangnya di edisi 2026, sedangkan perhatian kini tertuju pada siapa di antara 25 nama finalis yang akan keluar sebagai pemenang.
