Polandia mengalahkan Rumania 6-0 di UEFA Nations League dalam laga yang menjadi malam bersejarah bagi Robert Lewandowski. Penyerang itu mencetak hat-trick, menambah koleksi golnya bersama timnas, lalu merayakan gol dengan gestur yang mengingatkan pada gaya Lamine Yamal, mantan rekan setimnya di Barcelona.
Lewandowski mencetak gol pada menit ke-24, ke-47, dan ke-86. Tiga gol tersebut membantu Polandia meraih kemenangan besar sekaligus mempertegas peran sang kapten sebagai tumpuan ketajaman timnasnya.
Hat-trick ketujuh Lewandowski untuk Polandia
Tambahan tiga gol membawa jumlah gol Lewandowski bersama timnas Polandia menjadi 92. Ia juga mencatat hat-trick ketujuh sepanjang karier internasionalnya, sebuah pencapaian yang menambah panjang daftar rekor penyerang berusia matang itu di level negara.
Gol-gol Lewandowski datang dalam rentang waktu yang berbeda di pertandingan tersebut. Ia membuka catatan pada menit ke-24, kembali mencetak gol tak lama setelah babak kedua dimulai, lalu menutup hat-trick pada menit ke-86.
Polandia akhirnya menang dengan skor telak 6-0. Hasil itu membuat tiga gol Lewandowski menjadi bagian dari malam yang menonjol, baik bagi tim maupun bagi catatan pribadi sang penyerang. Namun, pencapaiannya tidak hanya diukur dari jumlah gol dalam satu pertandingan.
Dengan 92 gol, Lewandowski menempati posisi keenam secara tunggal dalam daftar pencetak gol terbanyak timnas di dunia. Ia melampaui sejumlah nama besar yang lebih dahulu mencatatkan sejarah di sepak bola internasional. Peringkat tersebut menegaskan betapa konsistennya kontribusi Lewandowski untuk Polandia.
Selisih dua gol dari Romelu Lukaku
Posisi berikutnya dalam daftar itu ditempati penyerang Belgia Romelu Lukaku, yang telah mengoleksi 94 gol untuk negaranya. Selisih Lewandowski dengan Lukaku kini hanya dua gol, sehingga persaingan di antara keduanya masih terbuka untuk berubah seiring kesempatan tampil bersama timnas masing-masing.
Catatan tersebut memberi konteks lebih luas pada hat-trick Lewandowski. Ia bukan sekadar menambah gol dalam kemenangan besar, tetapi juga semakin dekat dengan posisi lima besar pencetak gol timnas sepanjang masa. Setiap gol berikutnya berpotensi mengubah susunan daftar itu.
Meski begitu, angka 92 dan jarak dua gol dari Lukaku adalah gambaran pada saat laga melawan Rumania berlangsung. Posisi dalam daftar pencetak gol internasional dapat bergerak, bergantung pada gol yang dicetak para pemain dalam pertandingan berikutnya.
Selebrasi yang mengingatkan pada Lamine Yamal
Setelah mencetak hat-trick, Lewandowski memilih selebrasi yang tak luput dari perhatian. Ia berjalan menuju bendera sudut dan meletakkan tangan di atasnya, dalam gestur yang mirip dengan selebrasi Lamine Yamal, pemain Spanyol yang pernah menjadi rekan setimnya di Barcelona.
Gestur itu memberi sentuhan personal pada malam yang sudah istimewa karena kemenangan Polandia dan catatan golnya. Lewandowski tidak mengenakan jersey Yamal; yang menjadi sorotan adalah kemiripan cara mereka merayakan gol. Aksi tersebut kemudian menghubungkan momen di timnas Polandia dengan gaya yang dikenal dari pemain muda Spanyol itu.
Selebrasi Yamal menjadi rujukan yang mudah dikenali bagi penggemar yang mengikuti keduanya di Barcelona. Namun, di lapangan malam itu, pusat perhatian tetap tertuju pada pencapaian Lewandowski: tiga gol, total 92 gol bersama Polandia, serta posisi keenam dalam daftar pencetak gol timnas dunia.
Kemenangan 6-0 atas Rumania pun memberi Polandia hasil besar, sementara Lewandowski meninggalkan pertandingan dengan catatan individu yang terus berkembang. Jaraknya dengan Lukaku hanya dua gol. Perburuan posisi di daftar pencetak gol internasional itu akan berlanjut setiap kali keduanya kembali membela negara masing-masing.
