Iran serukan warga AS untuk memprotes Presiden Donald Trump melalui pernyataan Garda Revolusi Iran di Teheran, Selasa (29/9). Juru bicara Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Mohebbi, menilai perang di Timur Tengah telah gagal, ketika tekanan ekonomi akibat blokade dan sanksi AS dilaporkan terasa pada harga serta ketersediaan obat di Iran.
Iran Serukan Warga AS Menilai Kembali Kepemimpinan Trump
Dalam surat kepada rakyat Amerika yang dibacakannya, Mohebbi meminta warga Amerika Serikat mempertimbangkan kembali kepemimpinan mereka. Kepada Associated Press, ia juga menyerukan warga AS turun ke jalan untuk memprotes kebijakan Trump.
Mohebbi mengatakan perang hanya dapat berakhir bila Washington mengakui kekalahan dan meninggalkan Iran. Ia menuduh AS memakai program nuklir Iran sebagai alasan untuk “menjarah kekayaan Iran” dan mengubah Iran “kembali menjadi sebuah koloni”.
Seruan tersebut muncul bersamaan dengan langkah AS menjatuhkan sanksi terhadap 10 individu dan entitas di Iran, Hong Kong, dan Pakistan. Mereka dituduh membantu pengadaan senjata dan komponennya untuk Iran.
Sanksi AS terhadap Iran dan Operation Economic Outcast
Departemen Keuangan AS menyatakan sanksi itu merupakan bagian dari “Operation Economic Outcast”. Tujuannya, menurut lembaga tersebut, adalah memutus “jalur keuangan penting” bagi pemerintah Iran.
Secara umum, sanksi finansial dapat mempersulit transaksi lintas negara karena pembayaran melibatkan bank, mata uang, serta pihak-pihak yang memproses perpindahan dana. Produk yang secara hukum boleh diperdagangkan pun dapat menghadapi hambatan apabila mekanisme pembayarannya tidak berjalan.
Reza Majdzadeh, profesor di University of Essex, mengatakan sanksi finansial menghambat transaksi. “Obat mungkin sepenuhnya legal untuk dijual ke Iran, tetapi bank dapat menolak memproses pembayarannya,” katanya. “Transaksinya legal di atas kertas, tetapi tidak terjadi di dunia nyata.”
Diplomasi Iran-AS Berjalan Lewat Pembicaraan di Doha
Di tengah ketegangan itu, jalur diplomatik masih berlangsung. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertemu mediator Qatar di Doha pada Selasa malam (29/9). Seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Araqchi menerima tanggapan AS atas rancangan rencana pembangunan kepercayaan selama tujuh hari.
Araqchi dijadwalkan membahas tanggapan itu di Teheran pada Rabu (30/9). Menurut pejabat tersebut, perbedaan utama kedua pihak berkaitan dengan urutan pelaksanaan rencana untuk membangun kepercayaan dan kembali ke versi yang diperluas dari nota kesepahaman AS-Iran yang ditandatangani pada Juni.
Rencana pembangunan kepercayaan pada dasarnya merupakan upaya menciptakan dasar komunikasi melalui langkah-langkah yang disepakati para pihak. Dalam proses diplomasi, urutan pelaksanaan dapat menjadi isu penting karena setiap pihak dapat menginginkan tindakan tertentu dilakukan lebih dahulu.
Harga Obat di Iran Naik dan Sejumlah Produk Sulit Ditemukan
Tekanan ekonomi juga dilaporkan memukul sektor farmasi Iran. Harga sejumlah obat meningkat lebih dari tiga kali lipat, sementara beberapa produk semakin sulit ditemukan. Iran memproduksi lebih dari 80 persen obatnya secara domestik, tetapi banyak produksi masih bergantung pada bahan baku impor.
Bahman Sabour dari Asosiasi Apotek Teheran mengatakan blokade laut AS menghentikan sebagian pengiriman obat melalui laut. Kondisi itu membuat importir beralih ke jalur udara yang lebih mahal. Dalam rantai pasok farmasi, bahan baku, pengiriman, pembayaran, dan distribusi sama-sama menentukan apakah obat dapat tersedia di apotek atau fasilitas kesehatan.
Pejabat pemerintah Mehdi Pirsalehi menyebut harga 2.000 jenis obat telah “disesuaikan” dalam enam bulan terakhir karena inflasi dan persoalan nilai tukar. Harga tablet bagi pasien cuci darah juga naik hampir 350 persen dalam beberapa bulan terakhir.
Mina Mohammadian mengatakan harga sejumlah barang di apotek meningkat hingga enam kali lipat. “Harga hampir semuanya naik, dalam beberapa kasus dua kali lipat, empat kali lipat, bahkan enam kali lipat,” katanya.
Poin Penting
- Garda Revolusi Iran menyerukan warga AS memprotes kebijakan Donald Trump.
- AS menjatuhkan sanksi kepada 10 individu dan entitas di Iran, Hong Kong, dan Pakistan.
- Abbas Araqchi menerima tanggapan AS atas rancangan rencana pembangunan kepercayaan selama tujuh hari.
- Harga 2.000 jenis obat di Iran telah disesuaikan dalam enam bulan terakhir.
- Sekitar 700.000 dosis vaksin flu telah diimpor dari Cina, dengan 500.000 dosis tambahan diperkirakan segera tiba.
Pertanyaan Seputar Iran Serukan Warga AS
Siapa yang menyerukan warga AS untuk protes?
Juru bicara Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Mohebbi, menyerukan warga AS turun ke jalan untuk memprotes kebijakan Trump.
Apa tujuan sanksi dalam Operation Economic Outcast?
Menurut Departemen Keuangan AS, operasi itu bertujuan memutus jalur keuangan penting bagi pemerintah Iran.
Mengapa pasokan obat di Iran terdampak?
Produksi obat domestik Iran masih bergantung pada bahan baku impor. Bahman Sabour menyatakan sebagian pengiriman obat melalui laut terhenti sehingga importir memakai jalur udara yang lebih mahal.
Berapa vaksin flu yang telah diimpor Iran?
Juru bicara Asosiasi Apoteker Iran mengatakan sekitar 700.000 dosis vaksin flu telah diimpor dari Cina. Sebanyak 500.000 dosis tambahan diperkirakan segera tiba.
Di rumah sakit, seorang pegawai menyebut terdapat kekurangan sejumlah obat psikiatri. Azita Hassanpour mengatakan ibunya yang menderita kanker masih menjalani kemoterapi, meski pengobatan terkadang tertunda. Saat Iran serukan warga AS memprotes Trump, dampak tekanan ekonomi pada sektor farmasi tetap menjadi bagian dari situasi yang berlangsung di Iran.
