Pemerintah menyiapkan pembasahan kembali 10.378 hektare gambut terdegradasi di Kalimantan Tengah sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rencana ini mengandalkan perbaikan tata air, termasuk pembangunan sumur bor dan pemanfaatan aliran Sungai Kahayan untuk menjaga lahan tetap lembap saat cuaca panas.
Fokus awal diarahkan ke tiga kawasan: Talawang Raya seluas 362 hektare, Sabaru 320 hektare, serta bentang Tanjung Taruna hingga Tumbang Nusa yang luasnya lebih dari 9.600 hektare. Pemerintah memandang pembasahan sebagai bagian dari strategi jangka menengah dan panjang, bukan semata-mata respons setelah api muncul.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat berada di Palangka Raya. Seperti diberitakan detikcom, keterangan Hanif diterima pada Selasa (3/11/2026).
Perbaikan tata air menjadi tumpuan
Gambut yang kehilangan kelembapan lebih mudah terbakar, terutama ketika suhu meningkat. Karena itu, pemerintah menyiapkan sarana untuk mengatur dan mempertahankan pasokan air di area yang mengalami degradasi. Sumur bor dan sistem perendaman dengan memanfaatkan aliran Sungai Kahayan termasuk infrastruktur yang akan dibangun.
Rincian teknis mengenai jumlah sumur, waktu pengerjaan, maupun tahapan pembangunan belum dipaparkan dalam keterangan tersebut. Namun, sasaran luas 10.378 hektare memberi gambaran cakupan penanganan yang direncanakan. Area Tanjung Taruna hingga Tumbang Nusa menjadi bagian terbesar dari tiga lokasi yang disebut Hanif.
Pembasahan ditujukan untuk menjaga kondisi lahan agar tidak cepat mengering ketika kemarau datang. Upaya ini juga diarahkan pada pencegahan kabut asap yang dapat menyertai kebakaran. Pemerintah ingin memperkuat penanganan dari sisi bentang alam dan tata air, sehingga pekerjaan tidak hanya bertumpu pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.
Hanif mengatakan pola penanganan perlu beralih ke perencanaan yang lebih panjang. “Kita semua tidak hanya reaktif terhadap kebakaran hutan yang hari ini kita lakukan, tapi kita sudah masuk kepada perencanaan jangka menengah atau middle term, kemudian long term-nya,” ujarnya.
Cuaca panas diperkirakan kembali
Kondisi cuaca menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan langkah pencegahan. Berdasarkan proyeksi BMKG dan analisis tim meteorologi yang disampaikan Hanif, Kalimantan Tengah diperkirakan mengalami hujan ringan pada pekan itu. Hujan tersebut diprediksi tidak bertahan lama.
Cuaca panas diperkirakan mendominasi kembali selama tiga pekan berikutnya. Dengan kondisi itu, potensi karhutla masih perlu diwaspadai, meski hujan ringan diprakirakan turun dalam waktu dekat. Informasi tersebut menjadi konteks bagi pemerintah daerah untuk membahas langkah pengelolaan air di wilayah masing-masing.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran telah meminta para bupati dan wali kota segera mengadakan rapat teknis. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung dalam satu hingga dua hari setelah instruksi disampaikan. Pembahasannya akan mencakup langkah peningkatan tata air gambut di setiap daerah.
Rapat tersebut diharapkan menerjemahkan rencana penguatan gambut ke tingkat kabupaten dan kota. Keterangan yang tersedia belum merinci hasil rapat atau pembagian pekerjaan antardaerah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah masih perlu menyelaraskan penanganan berdasarkan kondisi kawasan yang menjadi sasaran.
Pendanaan dan keterlibatan daerah
Hanif menilai penguatan gambut memerlukan dukungan pendanaan resmi serta keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat di Kalimantan Tengah. Artinya, pembangunan sarana air bukan satu-satunya unsur yang dibutuhkan. Pemeliharaan kawasan dan dukungan berbagai pihak juga masuk dalam upaya pencegahan yang direncanakan pemerintah.
Belum ada keterangan mengenai besaran anggaran, sumber pendanaan, atau jadwal pelaksanaan pembasahan 10.378 hektare tersebut. Pemerintah juga belum mengumumkan target penyelesaian pekerjaan. Rincian itu akan menentukan bagaimana rencana jangka menengah dan panjang dijalankan di lapangan.
Untuk tahap terdekat, perhatian tertuju pada rapat teknis yang diminta Gubernur Agustiar Sabran dan langkah perbaikan tata air di tiga kawasan prioritas. Pemerintah berharap penguatan lanskap gambut dapat menekan risiko kebakaran pada tahun-tahun mendatang, ketika cuaca panas kembali meningkatkan kerawanan lahan.
